Tingkat Keterhunian Tembus 92 Persen, BP Tapera Apresiasi Proyek Rumah FLPP di Muaro Jambi

BP Tapera berkolaborasi dengan BRI KC Jambi melakukan inspeksi langsung untuk memantau keterhunian rumah KPR Sejahtera FLPP. BP Tapera juga menginstruksikan lima langkah strategis guna memastikan rumah subsidi tepat sasaran.

WhatsApp-Image-2026-08-25-at-19.45.42

Foto: Dok. BP Tapera

RubrikProperti.com – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaksanakan pemantauan ketat terkait keterhunian dan kondisi rumah pasca-akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Peninjauan ini dilakukan bersama jajaran BRI Kantor Cabang (KC) Jambi di Provinsi Jambi pada Jumat (14 Agustus 2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke kantor BRI KC Jambi. Pertemuan strategis tersebut dihadiri oleh Anggota Komite Tapera dari Unsur Profesional, Eko D. Heripoerwanto; Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera, Muhamad Nauval Al-Ammari; dan Kepala Divisi Pemantauan dan Evaluasi BP Tapera, Haafidh Affandi.

Sementara itu, jajaran manajemen BRI diwakili langsung oleh Regional Consumer Banking Head BRI, Elvin Kamaludin; Branch Office Head BRI KC Jambi, Mochamad Chandra Ariesta; serta Consumer Bisnis Manager BRI KC Jambi, Ricky Rakasiwi.

Baca Juga: Groundbreaking Hunian Manggarai, Hashim Pastikan MBR Dapat Sertifikat Tanah Gratis dari Pemerintah

Dalam pengarahannya, Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera, Muhamad Nauval Al-Ammari, menyampaikan imbauan tegas kepada BRI Jambi untuk melakukan lima langkah strategis dalam hal pemantauan, evaluasi, dan pengendalian penyaluran FLPP. Kelima langkah tersebut meliputi:

  • Penguatan SOP Keterhunian: Memastikan semua akad rumah FLPP hanya dilakukan saat rumah benar-benar sudah siap huni. SOP ini juga mencakup skenario antisipasi; jika debitur terpaksa pindah tempat kerja, rumah tersebut harus dipastikan tetap dihuni oleh keluarga inti MBR.
  • Pembaruan Data Domisili: Bank penyalur wajib memastikan calon debitur siap memperbarui data alamat tempat tinggal pada KTP, guna memastikan rumah FLPP tersebut benar-benar dihuni.
  • Edukasi dan Digitalisasi: Memperluas materi edukasi FLPP kepada MBR, termasuk menyediakan video tutorial mengenai kewajiban menghuni rumah, serta pelaporan keterhunian secara digital melalui aplikasi akuHUNI.
  • Seleksi Ketat Pengembang: Memperketat kurasi pengembang yang akan bekerja sama dengan BRI Jambi untuk memastikan seluruh unit rumah FLPP dibangun dengan standar layak huni.
  • Sistem Reward: Menambahkan kategori penghargaan khusus bagi pihak pengembang yang perumahannya mencatatkan tingkat keterhunian tinggi.

Peluang KPR untuk Pekerja Informal

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komite Tapera, Eko D. Heripoerwanto, turut menyoroti potensi perluasan pembiayaan FLPP bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap (non-fixed income) atau pekerja informal.

Menanggapi tantangan tersebut, Regional Consumer Banking Head BRI, Elvin Kamaludin, menjelaskan bahwa BRI sejatinya memandang segmen informal sebagai ceruk potensi besar yang sangat sejalan dengan misi sosial pemerintah. Namun, diperlukan payung hukum yang jelas.

“Perbankan membutuhkan kepastian guideline atau petunjuk teknis definitif dari regulator dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar penyaluran KPR ini tetap terukur dan mematuhi prinsip manajemen risiko. BRI berharap BP Tapera dapat menjembatani penerbitan regulasi tersebut guna memperluas jangkauan MBR informal,” ujar Elvin.

Elvin juga menambahkan, sebagai bentuk kontrol kualitas dan transparansi di lapangan, BRI kini telah memasang pelat nomor unit pada seluruh rumah subsidi secara bertahap.

Baca Juga: Permudah Akses Rumah Subsidi, PKP dan Bank Mandiri Mantapkan Ekosistem Pembiayaan Perumahan

Tingkat Keterhunian Capai 92,59 Persen

Sebagai bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi, BP Tapera bersama BRI langsung terjun ke lapangan melakukan pemantauan keterhunian pada dua kawasan perumahan di Kabupaten Muaro Jambi. Hasilnya sangat memuaskan; dari total 27 rumah FLPP BP Tapera yang dipantau, sebanyak 25 rumah terpantau aktif dimanfaatkan oleh penerima manfaat, sehingga tingkat keterhuniannya mencapai 92,59 persen.

Kunjungan ini juga menyerap aspirasi langsung dari masyarakat, salah satunya Rosa, seorang ibu rumah tangga beranak empat yang suaminya bekerja sebagai pengemudi truk.

Rosa mengungkapkan rasa syukurnya karena hunian yang ditempatinya di Perumahan Aura Residence 2 memiliki kualitas bangunan yang baik, sangat layak huni, serta berlokasi strategis dekat dengan fasilitas kesehatan dan sekolah anak. Angsuran bulanannya yang terjangkau dinilai sangat menyelamatkan ekonomi keluarga MBR sepertinya untuk bisa memiliki rumah sendiri.

Melalui kegiatan terpadu ini, BP Tapera dan BRI menegaskan komitmen kuatnya untuk terus mempererat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas penyaluran KPR Sejahtera FLPP. Tujuannya adalah menjaga ketertiban keterhunian rumah, serta memastikan triliunan dana subsidi dari pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya secara optimal oleh masyarakat berpenghasilan rendah di Provinsi Jambi.