Dukung Mobilitas Warga, Proyek TOD Samesta Mahata Serpong Tawarkan Bebas BPHTB bagi MBR

Komisi V DPR RI dan Kemen-PKP dorong percepatan proyek TOD Samesta Mahata Serpong. Sediakan hunian terjangkau bagi MBR yang terintegrasi Stasiun Rawa Buntu.

01m1aqfr6t19mg03dcg398dzyw

Foto: Dok. Kementerian PKP

RubrikProperti.com – Komisi V DPR RI secara tegas mendorong percepatan pengembangan proyek Transit Oriented Development (TOD) Samesta Mahata Serpong yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan, Banten. Kawasan ini diproyeksikan sebagai hunian vertikal terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang terintegrasi langsung dengan simpul transportasi massal.

Dorongan tersebut disampaikan secara langsung dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, pada Jumat (28 Agustus 2026).

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) turut hadir dan diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sistem Pembiayaan, Pencegahan Korupsi, dan Pemberdayaan Masyarakat, Budi Permana, serta Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, IPTEK, Industri dan Lingkungan, Riadi Arief Aladin.

Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk meninjau langsung progres pengembangan hunian vertikal yang terhubung dengan Stasiun KRL Rawa Buntu tersebut. Komisi V DPR RI menekankan agar pihak pengembang tetap mematuhi penerapan prinsip hunian berimbang, memastikan ketepatan sasaran bagi MBR, menjaga kualitas bangunan, serta memberikan kemudahan akses bagi mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Menteri PKP Turun Gunung Cek Bedah Rumah di Cilincing, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Salah satu infrastruktur penunjang yang menyita perhatian Komisi V DPR RI adalah pembangunan skybridge (jembatan layang) yang menghubungkan langsung Rusun Samesta Mahata dengan Stasiun Rawa Buntu. Fasilitas ini diharapkan mampu memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan maksimal bagi para penghuni saat mengakses transportasi publik.

Progres Penjualan dan Dukungan Bebas Pajak

Secara masterplan, proyek Samesta Mahata Serpong direncanakan akan terdiri atas tiga tower utama. Saat ini, konstruksi untuk satu tower perdana, yakni Tower Cattleya, telah rampung dibangun.

Berikut adalah rincian serapan unit di Tower Cattleya:

  • Total Unit: 743 unit.
  • Unit Terjual: 484 unit.
  • Status Penghunian: 264 unit telah dihuni, sementara 220 unit lainnya sedang dalam proses serah terima.

Staf Ahli Kementerian PKP, Budi Permana, menyampaikan bahwa konsep TOD merupakan salah satu pendekatan paling mutakhir dalam menyediakan hunian perkotaan yang efektif.

“Dengan berbasis TOD, penggunaan transportasi atau kendaraan pribadi pun menjadi jauh lebih kecil. Ini juga berdampak sangat positif dalam menurunkan emisi karbon yang dihasilkan oleh kendaraan pribadi di perkotaan,” ujar Budi.

Budi juga menjelaskan bahwa pemerintah terus memberikan dukungan penuh guna memperluas akses MBR terhadap kepemilikan hunian melalui kemudahan perizinan dan skema pembiayaan. Dukungan strategis tersebut di antaranya berupa pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi MBR, serta percepatan proses penerbitannya. Insentif ini dinilai sangat esensial mengingat penyediaan rusun bersubsidi di kawasan perkotaan memiliki tantangan yang tidak mudah.

Baca Juga: Kinerja Solid Pertengahan 2026, Laba Bersih BTN Tembus Angka Fantastis Rp2,51 Triliun

Ke depannya, akselerasi pengembangan TOD Samesta Mahata Serpong diharapkan dapat terus diperkuat melalui koordinasi intensif antara Kementerian PKP, kementerian/lembaga terkait, Perum Perumnas, dan PT KAI. Sinergi lintas sektoral ini mutlak diperlukan guna memastikan kawasan hunian, transportasi, dan fasilitas pendukungnya dapat berjalan terpadu serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat luas.