Bantu Warga Terdampak Gempa Nagekeo NTT, Sharp Indonesia Salurkan Paket Kemanusiaan

Gandeng Human Initiative, PT Sharp Electronics Indonesia salurkan bantuan kemanusiaan darurat untuk warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

024 - Foto 1 - Penyerahan donasi Sharp secara simbolis yang diterima oleh perwakilan Human Initiative

RubrikProperti.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT)—termasuk wilayah Kabupaten Nagekeo—meninggalkan duka dan dampak mendalam bagi masyarakat. Di tengah masa pemulihan yang penuh tantangan ini, PT Sharp Electronics Indonesia (Sharp) hadir memberikan uluran tangan melalui aksi dukungan kemanusiaan bagi warga di tiga kecamatan terdampak, yakni Reok, Manggarai, dan Aesase, Kabupaten Nagekeo.

Berkolaborasi erat dengan lembaga kemanusiaan Human Initiative, Sharp Indonesia menyalurkan berbagai kebutuhan esensial secara langsung ke lokasi bencana. Adapun jenis bantuan yang disalurkan meliputi:

  • Makanan siap santap
  • Perlengkapan tidur (bedding kits)
  • Paket sembako kebutuhan pokok
  • Perlengkapan kebersihan diri (personal hygiene kits)

Berbagai dukungan logistik tersebut difokuskan untuk membantu meringankan beban pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang masih harus menghadapi keterbatasan hidup di pengungsian maupun rumah yang rusak.

Bagi manajemen Sharp, kepedulian sosial bukan sekadar hadir saat musibah terjadi, melainkan komitmen jangka panjang untuk memahami kondisi emosional dan fisik masyarakat yang sedang melalui masa sulit.

President Director PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka, menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda Nagekeo dan sekitarnya.

“Kami sangat prihatin melihat dampak yang ditimbulkan oleh gempa di Nagekeo dan wilayah sekitarnya. Dalam situasi seperti ini, masyarakat tidak hanya menghadapi kehilangan tempat tinggal dan harta benda, tetapi juga harus menjalani hari-hari dengan berbagai keterbatasan dan tantangan. Karena itu, kami ingin hadir memberikan dukungan yang nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Shinji Teraoka.

Menurutnya, fase pascabencana membutuhkan perhatian dan pendampingan yang berkelanjutan. Ketika situasi darurat mulai mereda, warga tetap harus berjuang menata kembali roda kehidupan mereka dari nol.

“Kami berharap dukungan dari Sharp ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat terdampak. Lebih dari itu, kami ingin mereka mendapatkan kekuatan untuk kembali bangkit. Kami percaya sekecil apa pun dukungan yang diberikan secara bersama-sama akan menumbuhkan semangat gotong royong,” tambahnya.

Baca Juga: Perkuat Ekosistem Mobilitas, Paramount Petals Buka Rute Shuttle Bus Langsung ke Grogol

Utamakan Ketepatan Kebutuhan Lapangan

Dalam situasi darurat bencana, dinamika kebutuhan warga berkembang sangat cepat. Oleh karena itu, asesmen ketat dilakukan agar jenis bantuan yang dikirimkan benar-benar berdaya guna.

National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, menegaskan bahwa relevansi bantuan adalah kunci utama dalam program kemanusiaan ini.

“Ketika kita berbicara mengenai bantuan pascabencana, hal paling esensial adalah bagaimana dukungan tersebut benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Mereka sedang berada dalam kondisi yang tidak mudah, baik secara fisik maupun emosional. Kami ingin memastikan apa yang diberikan dapat langsung dirasakan manfaatnya,” ungkap Andry.

Ia menambahkan, kehadiran Sharp di tengah warga NTT juga menjadi refleksi hubungan emosional yang erat antara perusahaan dan masyarakat Indonesia yang telah terjalin lebih dari setengah abad.

“Sharp telah tumbuh bersama masyarakat Indonesia selama lebih dari 56 tahun. Bagi kami, hubungan tersebut bukan sekadar urusan bisnis atau produk di dalam rumah, tetapi tentang kehadiran korporasi saat warga membutuhkan sandaran. Semoga bantuan ini membawa rasa nyaman dan menjadi secercah harapan untuk kembali bangkit,” tuturnya.

Baca Juga: Kabar Baik! Konstruksi Rel LRT Velodrome–Manggarai Rampung 100 Persen

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pemulihan NTT

Upaya pemulihan wilayah pascabencana tentu tidak bisa dikerjakan oleh satu pihak saja. Pemerintah Provinsi NTT sebelumnya telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, disusul penetapan status serupa di tingkat kabupaten seperti di Kabupaten Manggarai untuk periode 15 Agustus hingga 12 September 2026.

Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, sektor swasta seperti Sharp Indonesia, serta elemen masyarakat menjadi pilar utama agar seluruh hak dan kebutuhan dasar penyintas dapat terpenuhi secara merata.

Menutup rangkaian penyaluran bantuan ini, Business & Social Institution Manager Human Initiative, Destira Maryati, menyampaikan apresiasi tertingginya kepada pihak korporasi.

“Kolaborasi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian nyata bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah NTT. Kami mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian, bantuan, dan kepedulian yang diberikan oleh Sharp Indonesia. Semoga masyarakat Nagekeo dan wilayah terdampak lainnya diberikan ketabahan serta kekuatan untuk bangkit, sehingga aktivitas dan kehidupan sosial ekonomi dapat segera pulih normal seperti sedia kala,” tutup Destira.