RP – PT Hutama Karya (Persero) bergerak cepat menangani dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Sumatera Utara. BUMN konstruksi ini resmi memulai paket pekerjaan darurat untuk memulihkan fasilitas layanan publik vital di 11 kabupaten/kota terdampak.
Langkah percepatan ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja sama di Medan, Selasa (29/12). Penandatanganan dilakukan oleh Executive Vice President (EVP) Divisi Gedung Hutama Karya, Nyoman Endi Mahendra, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Prasarana Strategis II Sumatera Utara, Eva Prasusani. Turut menyaksikan, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara, Kurniawan.
Fokus di 11 Titik Vital
Hutama Karya mendapatkan mandat untuk bekerja secara lintas lokasi (zona). Penanganan darurat ini mencakup wilayah yang mengalami dampak cukup parah, antara lain:
- Kabupaten: Asahan, Batu Bara, Deli Serdang, Langkat, Padang Lawas Utara, Serdang Bedagai, dan Toba.
- Kota: Binjai, Medan, Tanjung Balai, dan Tebing Tinggi.
Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya dituntut untuk adaptif terhadap kondisi lapangan guna memastikan fungsi fasilitas yang paling dibutuhkan warga dapat segera kembali normal.
Prioritas: Kesehatan hingga Ekonomi Warga
Ruang lingkup pekerjaan Hutama Karya dalam proyek pemulihan pascabencana di Sumatera Utara ini menyasar sektor-sektor strategis yang lumpuh akibat bencana:
- Fasilitas Kesehatan & Pendidikan: Memastikan layanan medis kedaruratan beroperasi kembali serta mendukung kelancaran kegiatan belajar-mengajar.
- Ekonomi (Pasar): Perbaikan area pasar untuk menghidupkan kembali rantai distribusi kebutuhan pokok dan ekonomi warga.
- Sosial-Keagamaan: Renovasi pondok pesantren dan rumah ibadah sebagai pusat kegiatan komunitas dan ketahanan sosial.
- Kantor Pemerintahan: Memulihkan layanan administrasi publik agar koordinasi daerah berjalan efektif.
Komitmen Mutu dan Kecepatan
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan kesiapan perusahaan dalam menjalankan misi kemanusiaan ini. Ia memastikan mobilisasi sumber daya akan dilakukan secara efektif dengan tetap mengedepankan akuntabilitas.
“Penanganan pascabencana menuntut kecepatan sekaligus ketelitian. Hutama Karya berkomitmen melaksanakan pekerjaan dengan mengutamakan keselamatan, mutu, dan percepatan pemulihan fungsi fasilitas publik agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” ujar Mardiansyah.
Dengan rekam jejak dalam pembangunan infrastruktur nasional, Hutama Karya optimistis dapat menyelesaikan pemulihan fasilitas publik ini tepat waktu, berkualitas, dan sesuai ekspektasi masyarakat Sumatera Utara.

