Rekor Tertinggi! Era Prabowo Sukses Salurkan 278 Ribu Unit Rumah Subsidi Sepanjang 2025

0

Presiden Prabowo Subianto meresmikan akad massal 62.710 unit KPR Rumah Subsidi serentak di 36 provinsi. Pemerintah berkomitmen melanjutkan berbagai kemudahan, termasuk mempertahankan suku bunga 5% dan uang muka hanya 1%.

01kysqr5fj0bgz2ecdb0nhmdkh

Foto: Dok. Kementerian PKP

RubrikProperti.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), resmi membuka hajatan besar sektor perumahan nasional.

Pemerintah telah meresmikan akad massal 62.710 unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan yang diikuti oleh 7.100 debitur dengan nilai mencapai Rp880 miliar. Kegiatan ini digelar serentak di 36 provinsi, dengan acara utama yang dipusatkan di Perumahan Puri Delta City Side, Batang, pada Kamis (30 Juli 2026).

“Bismillahirrahmanirrahim. Pada siang hari ini, Kamis, 30 Juli 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, secara resmi menyatakan akad massal 62.000 unit KPR dimulai,” kata Presiden Prabowo.

Presiden mengapresiasi program akad massal tersebut yang dinilai dapat menghadirkan kebahagiaan bagi puluhan ribu keluarga di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, pelaksanaan akad massal ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam membantu masyarakat memiliki rumah idaman.

“Adalah kehormatan dan kebahagiaan bagi saya untuk hadir dalam acara ini. Saya terutama bangga dan bahagia bahwa kita sebagai pemerintah dapat memberi kebahagiaan kepada 62.000 keluarga warga negara kita,” ujar Presiden.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Aturan Baru, Syarat Alas Hak Bantuan Bedah Rumah Makin Mudah

Komitmen Lipatgandakan Jumlah Rumah

Presiden mengatakan, pemerintah akan terus memperkuat berbagai program di sektor perumahan agar semakin banyak masyarakat yang dapat memiliki tempat tinggal yang layak. Menurutnya, capaian yang telah diraih saat ini merupakan sebuah kemajuan yang signifikan.

“Kita menghendaki seluruh warga Indonesia bisa punya rumah yang layak. Untuk itu, kita bekerja keras dengan berbagai program dan kita terus merencanakan serta memikirkan cara-cara terbaik untuk melipatgandakan jumlah rumah yang bisa dinikmati oleh rakyat kita. Prestasi yang sudah kita capai sungguh signifikan, tapi kita menyadari bahwa masih lebih banyak lagi yang diperlukan oleh rakyat kita,” tutur Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PKP, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah program tersebut berjalan.

“Selama 15 tahun dari 2010 sampai 2025, baru pada saat Bapak Presiden Prabowo menjadi yang tertinggi. Sebelumnya pada tahun 2023 sebanyak 228 ribu unit, sedangkan tahun 2025 melonjak menjadi 278 ribu unit. Ini yang tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Menteri Ara, sapaan akrabnya.

Tahan Suku Bunga 5% dan Uang Muka 1%

Menteri Ara mengatakan bahwa peningkatan penyaluran rumah subsidi ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan pro-rakyat yang diterbitkan oleh Presiden Prabowo sejak awal masa pemerintahannya.

Salah satu kebijakan strategis tersebut ialah pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang sebelumnya dikenakan sebesar 5%. Selain itu, pemerintah juga menggratiskan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pemerintah turut melanjutkan berbagai stimulus di sektor perumahan, termasuk insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Ia menambahkan, pemerintah juga tetap mempertahankan suku bunga KPR rumah subsidi di level 5%, meskipun suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) saat ini berada pada level 5,75%. Selain itu, uang muka (DP) untuk rumah subsidi juga ditetapkan hanya sebesar 1% dan sudah mencakup perlindungan asuransi.

“Suku bunga rumah subsidi tetap 5% meskipun BI Rate sudah 5,75%. Kemudian DP hanya 1% dan itu sudah termasuk asuransi,” terangnya.

Menteri Ara juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mengimplementasikan kebijakan tenor KPR rumah subsidi hingga 40 tahun melalui kerja sama dengan BP Tapera, Kementerian Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kebijakan populis tersebut memberikan fleksibilitas kepada masyarakat dalam memilih jangka waktu cicilan sesuai kemampuan finansial mereka.

Baca Juga: Sinergi Pemerintah dan APERSI: Bangun Hunian Subsidi Berkualitas untuk Rakyat

Bawa Harapan Baru bagi Generasi Z

Dalam sesi dialog virtual bersama Presiden, para penerima manfaat mengaku program rumah subsidi memberikan kesempatan besar bagi mereka untuk memiliki hunian yang sebelumnya sulit diwujudkan.

Salah satunya adalah Sarah, pedagang kios kelontong asal Banda Aceh. Ia menyebut program KPR Sejahtera FLPP telah membantu generasi muda, termasuk dirinya yang baru berusia 23 tahun, untuk memiliki rumah pertama.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden. Berkat program KPR Sejahtera FLPP, kami generasi Z bisa memiliki rumah impian. Semoga Bapak selalu diberi keberkahan dan kesehatan,” ujar Sarah penuh haru.

Sebelum menghadiri prosesi peresmian akad massal, Presiden Prabowo juga menyempatkan diri untuk meninjau langsung dua rumah subsidi yang telah dihuni warga di Perumahan Puri Delta City Side. Rumah tersebut masing-masing ditempati oleh Rosmini, seorang pedagang sembako, dan Rahma Yuliani yang bekerja sebagai satpam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *