Dukung Program 3 Juta Rumah, Kolaborasi BTN-PPATK Sasar RTLH di 4 Wilayah
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama PPATK menggelar program bedah rumah untuk 20 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di empat wilayah. Langkah ini merupakan komitmen nyata BTN dalam mendukung Program 3 Juta Rumah dan mengentaskan kemiskinan ekstrem.
RubrikProperti.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berkolaborasi memperbaiki 20 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga prasejahtera di empat wilayah Indonesia. Kolaborasi sosial ini digelar secara merata ke berbagai daerah untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang masih terpaksa tinggal di hunian yang tidak layak.
Sebanyak 20 RTLH tersebut tersebar di empat wilayah, yakni Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo, dengan alokasi masing-masing sebanyak lima unit. Program ini sekaligus melanjutkan keberhasilan kolaborasi BTN-PPATK pada tahun 2025 yang telah memperbaiki 15 rumah. Dengan demikian, selama dua tahun terakhir, total sebanyak 35 keluarga telah menjadi penerima manfaat dari program ini.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan bahwa perbaikan RTLH menjadi salah satu solusi konkret untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki kemampuan finansial untuk memperoleh rumah melalui jalur pembiayaan KPR, maupun untuk memperbaiki rumahnya secara mandiri. Terlebih, data menunjukkan sekitar satu dari tiga keluarga di Indonesia masih tinggal di rumah yang belum memenuhi seluruh kriteria hunian layak.
“BTN hidup dan tumbuh dari industri perumahan. Kami memahami betul bahwa belum semua segmen masyarakat bisa mendapatkan rumah melalui KPR, terutama masyarakat pada desil 1, 2, 3, dan sebagian desil 4 yang masih memiliki keterbatasan untuk membayar angsuran. Karena itu, salah satu solusi nyata yang bisa kita lakukan adalah melalui program bedah rumah,” ujar Nixon saat meninjau langsung lokasi di Desa Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, pada Kamis (13 Agustus 2026).
Baca Juga: KPR Digital Anti Ribet, Bank BTN Gandeng Pinhome untuk Manjakan Generasi Muda
Menurut Nixon, penyelesaian persoalan rumah tidak layak huni membutuhkan keterlibatan masif dari banyak pihak. BTN dan PPATK pun berkomitmen menjadikan program bedah rumah ini sebagai kegiatan tahunan, dengan menyasar wilayah-wilayah yang masih menghadapi tantangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
“Apa yang kita lakukan hari ini memang masih merupakan bagian kecil. Tetapi kalau semua korporasi dan institusi memiliki gerakan yang sama, ribuan rumah bisa kita perbaiki setiap tahun. Kita tidak bisa hanya menunggu pemerintah, korporasi juga harus bisa bergerak bersama karena dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Program ini juga sejalan dengan transformasi BTN menuju semangat Beyond Mortgage – Membangun Rumah, Membangun Kehidupan. Sekaligus selaras dengan napas transformasi BUMN di bawah komando Danantara Indonesia untuk menciptakan nilai tambah dan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. Hingga saat ini, BTN tercatat telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 6,1 juta rumah di seluruh pelosok Indonesia.
Bagian dari Gerakan Anti Pencucian Uang
Pada kesempatan yang sama, Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, mengatakan bahwa program bedah rumah ini merupakan bagian dari peringatan Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang Indonesia yang telah memasuki usia ke-24 tahun, dan kini telah berevolusi menjadi gerakan bersama dari berbagai pemangku kepentingan.
“Dalam rangka Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang Indonesia yang ke-24, kami bersama seluruh stakeholder, yang pada kesempatan ini bersama BTN, membangun dan memperbaiki rumah untuk membantu saudara-saudara kita yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasar berupa papan. Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus kami laksanakan bersama BTN,” ujar Ivan.
Semangat “Rumah Bersih, Keuangan Bersih” tersebut juga akan diperluas cakupannya melalui program literasi keuangan keluarga. Pasalnya, keluarga merupakan kelompok terkecil di tengah masyarakat yang menjadi fondasi utama dalam membentuk perilaku finansial yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Lelang Akbar BTN 2026: 10.000 Hunian Second Dijual 40 Persen di Bawah Harga Pasar
Senyum Warga dan Apresiasi Pemerintah Daerah
Dampak positif program ini langsung dirasakan oleh salah seorang penerima manfaat bernama Sanatra. Sebelumnya, ia beserta keluarganya harus bertahan tinggal di rumah dengan kondisi rusak parah dan kerap bocor saat hujan.
“Dulu rumahnya mau roboh, bocor. Mau memperbaiki enggak punya uang, karena uangnya untuk makan dan kebutuhan anak-anak saja. Alhamdulillah, sekarang sudah bagus. Senang banget, saya, istri, sama anak. Terima kasih banget kepada BTN,” ujarnya dengan raut wajah penuh haru.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, turut memberikan apresiasi tinggi atas langkah yang dilakukan oleh BTN dan PPATK. Menurutnya, tingkat kemiskinan di Kabupaten Lebak masih berada di kisaran 8,03%, dengan sekitar 5.000 warga masuk ke dalam kategori kemiskinan ekstrem, yang tentunya sangat memengaruhi kondisi kelayakan tempat tinggal mereka.
“Kami sangat berterima kasih kepada PPATK yang telah memberikan perhatian khusus kepada daerah kami, dan juga kepada pihak BTN. Kabupaten Lebak hingga kini masih terus berjuang menghadapi persoalan kemiskinan. Karena itu, kami sangat berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus hadir di Kabupaten Lebak,” ujar Amir.
Sebagai informasi, para penerima manfaat dari program RTLH ini ditentukan melalui koordinasi ketat dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta pemerintah daerah setempat. Proses ini juga disertai dengan tahapan verifikasi faktual terkait kondisi rumah dan kelayakan ekonomi calon penerima.
Kehadiran program bedah rumah ini sekaligus mendukung percepatan “Program 3 Juta Rumah” gagasan pemerintah, serta mempertegas semangat BTN untuk tidak hanya bertindak sebagai pembiaya perumahan, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam membangun kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik.
