Foto: Dok. Hutama Karya

RP – PT Hutama Karya (Persero) memperkuat komitmennya dalam mendukung program nasional melalui sektor pendidikan. Perusahaan pelat merah ini resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat di dua wilayah strategis, yakni Provinsi DKI Jakarta dan Sulawesi Barat (Sulbar).

Penandatanganan kontrak proyek tersebut dilakukan pada 29 Desember 2025, menandai langkah awal pemerintah dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi masyarakat.

Lokasi Strategis di Jakarta dan Sulawesi Barat

Pembangunan Sekolah Rakyat ini tersebar di beberapa titik dengan total luas lahan yang signifikan:

  • DKI Jakarta: Berlokasi di Radio Dalam, Gandaria Selatan, dengan luas lahan 4,1 hektar dan luas bangunan mencapai 24.418 m².
  • Sulawesi Barat: Dibangun di dua titik, yakni Kabupaten Mamuju (8,2 ha) dan Kabupaten Polewali Mandar (6,5 ha).

Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kebutuhan layanan pendidikan yang tinggi serta upaya pemerataan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut.

Baca Juga: Gubernur Pramono Anung Resmikan JPO Pesanggrahan dan Pangkalan Jati: Padukan Estetika dan Budaya Lokal

Usung Konsep Boarding School Modern

Berbeda dengan sekolah biasa, proyek ini dirancang dengan konsep boarding school terpadu. Fasilitas yang disediakan meliputi:

  • Gedung Pendidikan: Jenjang SD, SMP, hingga SMA.
  • Hunian: Asrama putra-putri dan rumah susun khusus guru.
  • Fasilitas Penunjang: Laboratorium modern, perpustakaan, edutech server room, hingga kelas terbuka (amphitheatre).
  • Kesehatan & Olahraga: Lapangan sepak bola, mini soccer, laktasi, hingga botanical garden.

Dari sisi teknis, bangunan di Sulawesi Barat dirancang khusus menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) agar tahan terhadap guncangan gempa, memastikan keamanan jangka panjang bagi siswa.

Komitmen Integritas dan Target Penyelesaian

Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Kementerian PU, Joni Sainuri Eksan, menekankan bahwa proyek ini adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Pelaksanaannya harus benar-benar cermat. Seluruh pihak wajib menjunjung tinggi integritas, transparan, dan akuntabel sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Joni.

Baca Juga: Layanan ATR/BPN Tetap Buka Saat Libur Nataru, Warga Jakarta Selatan: Pelayanan Mantap dan Cepat

Senada dengan hal tersebut, Executive Vice President (EVP) Hutama Karya, Mardiansyah, menyatakan kesiapan penuh perusahaan. Proyek ini ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2026 dengan masa kerja 240 hari kalender.

“Kami mengedepankan kualitas konstruksi dan komitmen zero accident. Fokus kami adalah percepatan agar fasilitas ini segera bisa memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ujar Mardiansyah.