RubrikProperti.com — Menjaga pertumbuhan bisnis yang stabil di tengah dinamika ekonomi nasional membutuhkan kecerdasan strategi dan keberanian mengeksplorasi pasar baru. Langkah impresif inilah yang sukses ditunjukkan oleh raksasa properti tanah air, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA). Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar untuk melaporkan tahun buku 2025, perseroan resmi mengumumkan performa finansial yang sangat sehat. Sepanjang tahun buku tersebut, MTLA sukses membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,78 triliun dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp412,93 miilar.
Keberhasilan mempertahankan fundamental usaha yang solid ini menjadi bahan bakar utama bagi perseroan untuk membagikan kebahagiaan kepada para investornya. RUPST secara resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar sekitar 18% dari total laba bersih, atau setara dengan Rp9,70 per lembar saham yang akan didistribusikan kepada lebih dari 7,6 miliar pemegang saham. Sementara itu, sisa laba bersih setelah dikurangi dana cadangan sebesar Rp1 miliar akan dialokasikan sebagai laba ditahan demi mendukung berbagai proyek ekspansi masif perseroan pada tahun anggaran berjalan.
“Perseroan tetap mampu menjaga fundamental usaha yang sehat dengan kinerja yang stabil, melalui kontribusi recurring revenue dan strategi pengembangan proyek yang selektif,” ujar Anhar Sudradjat, Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk.
Melebarkan Sayap Bisnis Hospitality ke Indonesia Timur
Menopang ambisi pertumbuhan di tahun ini, MTLA menunjukkan taji energetiknya dengan melakukan ekspansi strategis di luar pulau Jawa. Salah satu proyek mercusuar yang menjadi sorotan adalah pengembangan Metland Marron Hotel yang berlokasi di Tomohon, Sulawesi Utara. Hotel premium ini diproyeksikan mulai beroperasi secara resmi pada semester II tahun 2026 untuk menangkap potensi pasar pariwisata luar ruangan dan lanskap pegunungan Tomohon yang sedang naik daun. Tidak hanya di Indonesia Timur, lini bisnis hospitality Metland di Jawa juga diperkuat lewat terlaksananya proses topping off Metland Smara Hotel Bekasi pada Januari lalu, sebuah city hotel bintang empat bisnis yang dilengkapi fasilitas mewah berupa restoran rooftop dengan pemandangan kota yang estetik.
Komitmen untuk memanjakan gaya hidup masyarakat urban juga diwujudkan melalui sektor komersial dengan dioperasikannya G’AVEnue di Grand Metropolitan Bekasi. Area teranyar ini mengusung konsep semi-outdoor modern yang didominasi oleh deretan penyewa makanan dan minuman (tenant food & beverage) terkemuka. Kehadiran G’AVEnue ini tidak hanya memperkuat pendapatan berulang (recurring revenue) bagi perseroan, tetapi juga sukses bertransformasi menjadi destinasi kuliner dan titik kumpul baru yang sangat diminati oleh kaum urban Bekasi dan sekitarnya.
Agresivitas Sektor Residensial demi Target Rp2 Triliun
Sinergi ekspansi komersial tersebut berjalan selaras dengan agresivitas MTLA di sektor hunian tapak. Guna menjaga daya beli masyarakat dan merespons tren pasar properti terkini, perseroan terus melanjutkan peluncuran berbagai produk residensial inovatif yang estetik. Beberapa klaster unggulan baru yang siap menjadi primadona pasar antara lain klaster Neora di Metland Menteng, klaster Kertanata di Metland Kertajati, serta klaster Brassia Garden di Metland Cikarang. Di saat yang sama, manajemen juga mengoptimalkan pemasaran produk eksklusif lainnya seperti klaster Walden di Metland Transyogi, klaster Barcelona Cove dan South Tresor fase 2 di Metland Cyber Puri, hingga Havana Breeze di Metland Cibitung.
Melalui kombinasi inovasi produk dan optimalisasi strategi pemasaran digital, MTLA optimis dapat mengakhiri tahun dengan capaian yang gemilang. Untuk tahun anggaran ini, perseroan mematok target angka penjualan pemasaran (marketing sales) yang terdiri dari pre-sales dan recurring revenue hampir sebesar Rp2 triliun. Optimisme ini bukan tanpa alasan, sebab hingga April saja, perseroan tercatat telah berhasil mengantongi marketing sales sebesar Rp677 miliar, dengan kontribusi terbesar disumbang oleh sektor pre-sales sebesar 73% dan disusul oleh sektor recurring revenue sebesar 27%.
Sebagai informasi tambahan demi penyegaran organisasi, RUPST kali ini juga mengesahkan perubahan struktur manajemen perseroan untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Ibu Lanny Bambang resmi diangkat sebagai Komisaris Independen baru menggantikan Bapak Leland G. Rompas yang memasuki masa pensiun, serta menerima pengunduran diri Bapak Santoso dari jajaran direksi. Struktur kepemimpinan yang baru ini dipastikan siap membawa MTLA terbang lebih tinggi dalam mengeksekusi peta jalan ekspansi properti di Indonesia.

