Permudah Akses Rumah Subsidi, PKP dan Bank Mandiri Mantapkan Ekosistem Pembiayaan Perumahan
Kementerian PKP berkolaborasi dengan Bank Mandiri untuk memperluas akses pembiayaan perumahan (KPP dan FLPP) bagi masyarakat. Sosialisasi program ini akan digeber secara masif di tujuh kota besar sepanjang Agustus hingga September 2026.
Foto: Dok. Kementerian PKP
RubrikProperti.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus memperkuat kolaborasi strategis dengan sektor perbankan dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan yang terjangkau.
Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menggandeng PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, bertempat di Gedung Menara Mandiri Bekasi, pada Kamis (20 Agustus 2026).
Kegiatan ini secara khusus diarahkan untuk mendorong optimalisasi penyaluran program KPP dan FLPP melalui jaringan Bank Mandiri. Tujuannya jelas, agar semakin banyak masyarakat prasejahtera dan pelaku usaha sektor perumahan yang dapat memperoleh akses pembiayaan dengan mudah.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan kunci, di antaranya Achmad Zaenal dari BP Tapera, serta Adhita Surya P. dan Achmad Purwo yang mewakili Kementerian PKP.
Sementara itu, jajaran eksekutif Bank Mandiri yang hadir meliputi SEVP Hub Kelembagaan, Noviandhika Sukanto; RCEO Region 4, Nila Mayta Dwi Rihandjani; Group Head Micro Development Agent Bank, Bayu Trisno Arief Setiawan; serta RMCH Region 3, M Iduan Arafah. Turut hadir pula sejumlah perwakilan dari asosiasi pengembang perumahan.
Baca Juga: Kementerian PKP Kebut Bedah Rumah di Jakarta, Targetkan 2.000 Unit Khusus Jaksel
Kehadiran harmonis antara unsur pemerintah, BP Tapera, pihak perbankan, dan asosiasi pengembang ini menunjukkan bahwa penyediaan perumahan nasional membutuhkan ekosistem yang terintegrasi erat. Ketersediaan suplai hunian mutlak harus berjalan beriringan dengan dukungan likuiditas pembiayaan, agar masyarakat memiliki akses yang semakin luas terhadap rumah yang layak huni dan terjangkau.
Dalam kegiatan tersebut, manajemen Bank Mandiri secara tegas menyampaikan komitmen penuhnya untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah di sektor perumahan, khususnya melalui penyediaan dan penyaluran fasilitas pembiayaan yang mampu menjangkau lapisan masyarakat serta pelaku usaha sektor properti.
Sosialisasi ini juga menjadi ruang edukasi untuk memperkuat pemahaman seluruh pihak mengenai mekanisme, persyaratan administratif, serta skema pembiayaan KPP dan FLPP yang berlaku. Dengan pemahaman literasi yang semakin baik, diharapkan proses penyaluran dana dapat berjalan jauh lebih efektif, cepat, dan tepat sasaran.
Perluas Sosialisasi ke 7 Kota Besar
Untuk memperluas jangkauan informasi dan penetrasi akses pembiayaan, kegiatan sosialisasi KPP dan FLPP ini tidak akan berhenti hanya di Bekasi. Program literasi tersebut direncanakan akan berekspansi ke enam kota besar lainnya selama periode Agustus hingga September 2026.
Secara total, ketujuh kota yang menjadi target sosialisasi meliputi:
- Bekasi
- Medan
- Palembang
- Jakarta
- Bandung
- Semarang
- Surabaya
Rangkaian sosialisasi masif tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha, pengembang di daerah, serta masyarakat luas yang sangat membutuhkan informasi valid mengenai skema pembiayaan perumahan dari pemerintah.
Kementerian PKP menilai bahwa sinergi kuat dengan perbankan memiliki peranan vital dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan. Melalui kolaborasi apik dengan BP Tapera, pemerintah daerah, dan asosiasi pengembang, kucuran dana pembiayaan diharapkan dapat langsung terhubung dengan ketersediaan hunian yang berkualitas, layak, dan tentu saja ramah di kantong masyarakat.
Baca Juga: Sinergi Lintas Kementerian dan Pengembang Kakap Bangkitkan Ekosistem Properti Nasional
Penguatan akses pembiayaan ini juga menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pemerintah dalam mempercepat roda pembangunan sektor perumahan nasional. Tidak hanya fokus pada sisi kepemilikan rumah, dukungan pembiayaan korporasi juga diarahkan untuk memperkuat napas ekosistem usaha yang bergerak di sektor konstruksi perumahan.
Ke depannya, Kementerian PKP akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar berbagai program pembiayaan perumahan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh publik. Melalui sinergi erat ini, akses terhadap hunian layak diharapkan semakin terbuka lebar, sekaligus menjadi katalisator percepatan pencapaian target pembangunan perumahan nasional.
