RP – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan sosialisasi strategi pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor BP Tapera, Menara Mandiri 2 Lantai 7, dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan sektor perumahan nasional.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan lembaga, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, serta perwakilan dari Kementerian Hukum dan Kantor Staf Kepresidenan. Turut hadir pula pelaku industri perbankan, asosiasi pengembang, pengembang perumahan, serta lembaga perlindungan konsumen.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat.
Baca Juga: Peringati International Women’s Day, PLN Dorong Peran Perempuan di Sektor Energi
“Program FLPP telah menunjukkan capaian yang signifikan, dengan realisasi tertinggi pada tahun 2025. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan, terutama dalam mendorong pengembangan hunian vertikal di kawasan perkotaan serta mengatasi ketidakseimbangan antara supply dan demand,” ujar Heru.
Dorong Hunian Vertikal dan Strategi Baru FLPP 2026
BP Tapera mencatat bahwa penyaluran FLPP selama ini masih didominasi oleh rumah tapak, sementara kebutuhan hunian di wilayah perkotaan semakin meningkat. Oleh karena itu, pada tahun 2026 BP Tapera mendorong penguatan kebijakan dan strategi untuk meningkatkan pemanfaatan rumah susun sebagai solusi perumahan di perkotaan.
Melalui forum ini, BP Tapera juga mensosialisasikan arah kebijakan strategis FLPP tahun 2026, yang difokuskan pada percepatan penyaluran rumah subsidi melalui strategi “SIP 350 ribu unit”.
Strategi ini mencakup penguatan sinergi stakeholder, inovasi kebijakan pembiayaan, serta promosi dan edukasi yang lebih masif dan terarah.
Baca Juga: Sinar Mas Land Hadirkan Ruko Premium di Surabaya, Lokasi Strategis dan Akses Lengkap
Sejumlah langkah strategis yang didorong antara lain perpanjangan tenor KPR hingga 30 tahun, simplifikasi proses pembiayaan, digitalisasi layanan, serta penguatan kolaborasi dengan perbankan, pengembang, dan pemerintah daerah.
Selain itu, BP Tapera juga menyosialisasikan rancangan keputusan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman terkait besaran harga jual, luas lantai, suku bunga, serta jangka waktu kredit/pembiayaan untuk rumah susun dalam skema FLPP.
Perkuat Kolaborasi untuk Target Perumahan Nasional
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi forum dialog konstruktif untuk menyelaraskan persepsi, menyerap masukan, serta memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam rangka mendukung pencapaian target pembiayaan perumahan nasional.
Baca Juga: Samsung Bespoke AI Home Bantu Aktivitas Rumah Tangga Lebih Efisien
Melalui penguatan strategi dan kolaborasi ini, BP Tapera optimistis program FLPP tahun 2026 dapat berjalan lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat Indonesia, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
