RubrikProperti.com — Pertumbuhan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD) di Tangerang semakin menjanjikan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat urban. Menangkap peluang tersebut, Sinar Mas Land resmi meluncurkan Wander Alley Walk pada Mei 2026. Produk komersial terbaru ini berlokasi strategis di kawasan Intermoda BSD City, sebuah simpul transportasi utama yang mencatatkan pergerakan penumpang hingga 9.268.476 orang di Stasiun Cisauk dan Terminal Bus Intermoda sepanjang tahun 2025.

Wander Alley Walk dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan para entrepreneur yang ingin mengembangkan bisnis di lokasi dengan traffic tinggi. Mengusung luas pengembangan sekitar 3 hektare tepat di sisi Jalan BSD Raya Utama, produk ini menawarkan unit shophouse dua hingga tiga lantai dengan pilihan lebar mulai dari 4,5 meter hingga 6 meter. Kehadirannya diproyeksikan menjadi pusat aktivitas bisnis baru yang mendukung gaya hidup dinamis para komuter dan warga sekitar BSD City.

Baca Juga: Kembangkan Talenta Digital, Sinar Mas Land Luncurkan AI Entrepreneurship Academy di BSD City

Konsep Commercial Shophouse Modern dengan Arsitektur Lanskap Estetik

Dalam pengembangannya, Sinar Mas Land menggandeng konsultan master planner internasional ternama, Siura Studio dari Singapura. Kolaborasi ini melahirkan Wander Alley Walk dengan desain arsitektur modern yang mengedepankan keseimbangan antara fungsi bisnis dan estetika. Setiap unit dibangun dengan plafon tinggi (high ceiling) untuk memberikan kesan ruang yang luas dan elegan. Bahkan, sejumlah unit dilengkapi fitur double facade guna memaksimalkan eksposur bisnis dari dua arah, sehingga interaksi dengan pelanggan menjadi lebih dinamis.

Anna Budiman, CEO Commercial BSD Sinar Mas Land, menyatakan bahwa proyek ini adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan fasilitas kota yang adaptif.

“Peluncuran Wander Alley Walk merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan fasilitas perkotaan yang adaptif dan selaras dengan kebutuhan masyarakat modern serta para pelaku usaha. Produk komersial ini menawarkan prospek investasi yang menarik karena didukung captive market yang telah terbentuk, serta lokasi strategis di jantung BSD City dengan konektivitas yang sangat baik ke berbagai moda transportasi publik,” ujar Anna Budiman.

Konektivitas Unggul dan Potensi Captive Market Jutaan Penumpang

Daya tarik utama Wander Alley Walk terletak pada ekosistem pendukungnya yang sangat matang. Area komersial ini dikelilingi oleh kawasan residensial padat seperti The ICON, Avani, dan Casa De Parco, serta institusi pendidikan ternama mulai dari Universitas Prasetiya Mulya hingga Monash University Indonesia. Selain itu, lokasinya berdekatan dengan destinasi wisata masa depan, BSD Secret Zoo, yang saat ini dikembangkan bersama Jawa Timur Park Group. Fasilitas penunjang seperti area parkir luas untuk 400 kendaraan dan jalur pedestrian yang nyaman juga disediakan untuk menjamin kenyamanan pengunjung.

Baca Juga: Kemenkraf Dukung LLV Jadikan BSD City Living Lab Inovasi Startup Global di Indonesia

Optimisme Sinar Mas Land terhadap produk ini tercermin dari jumlah unit yang ditawarkan secara eksklusif. Anna Budiman menambahkan bahwa pada tahap pertama ini, unit dipasarkan secara terbatas.

“Kami optimistis kehadiran Wander Alley Walk dapat membuka peluang usaha baru, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, serta menjadi pilihan menarik bagi pelaku bisnis yang ingin bertumbuh bersama pengembangan BSD City. Pada penjualan tahap pertama ini, Wander Alley Walk kami pasarkan dalam jumlah terbatas, hanya 64 unit dengan harga mulai dari Rp1,9 miliaran,” tambah Anna.

Dari sisi aksesibilitas, Wander Alley Walk hanya berjarak 5 menit menuju gerbang Tol BSD Timur 1 dan terintegrasi dengan jaringan Tol Serbaraja serta JORR. Kemudahan akses ini memastikan mobilitas yang lancar menuju berbagai titik utama di Jabodetabek hingga Bandara Soekarno-Hatta, menjadikan proyek ini sebagai salah satu instrumen investasi properti paling strategis di tahun 2026.