RubrikProperti.com – Guna memperkuat ekosistem inovasi dan kolaborasi tingkat global di Indonesia, Living Lab Ventures (LLV)—corporate venture capital milik Sinar Mas Land—terus memacu pengembangan program strategis bertajuk International Landing Pad.
Program ini dirancang khusus sebagai platform soft-landing (ekspansi mulus) bagi perusahaan-perusahaan global yang ingin menjajaki pasar potensial di Indonesia. Melalui program ini, peserta mendapatkan akses langsung ke sumber daya strategis, pemahaman pasar lokal, serta jejaring startup dan mitra industri di bawah ekosistem Sinar Mas Land.
Baca Juga: Gandeng China Mobile & Sinar Mas, ASIX Siap Cetak Talenta Digital di Akademi AI Baru
Magnet bagi 15 Perusahaan Global Asia-Pasifik
Menjadikan kawasan BSD City sebagai living laboratory dan implementation sandbox (pusat uji coba inovasi), program International Landing Pad saat ini telah diikuti oleh 15 perusahaan teknologi yang berasal dari 6 negara di kawasan Asia-Pasifik, meliputi:
- Jepang
- Australia
- Korea Selatan
- Taiwan
- Singapura
- Malaysia
Inisiatif LLV ini mendapat respons positif dan dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Direktur Aplikasi, Deputi Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenkraf, Tri Wahyudi, menyatakan bahwa program ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mengakselerasi transformasi ekonomi digital dan transfer teknologi.
“Inisiatif International Landing Pad oleh LLV merupakan langkah strategis dalam menarik investasi berkualitas ke subsektor aplikasi. Kami berharap program ini dapat mendorong transfer teknologi, penguatan kapasitas talenta digital lokal, serta mempercepat pertumbuhan startup berbasis inovasi di Indonesia,” tegas Tri Wahyudi.
BSD City: Laboratorium Hidup Skala Kota
Program International Landing Pad memberikan fasilitas ruang kerja inklusif bagi dua perwakilan dari setiap perusahaan selama enam bulan. Mereka mendapatkan akses penuh ke berbagai fasilitas di BSD City, seperti ruang kolaborasi, pusat komunitas, makerspace, dan innovation hub.
Partner di Living Lab Ventures, Bayu Seto, menyoroti bahwa banyak perusahaan global melihat Indonesia sebagai pasar dengan potensi pertumbuhan masif, namun sering kali tersandung masalah adaptasi dan koneksi di tahap awal ekspansi.
“Melalui International Landing Pad, kami menghadirkan platform untuk menjajaki pasar atau menguji coba solusi, sekaligus membuka akses terhadap ekosistem startup lokal. Perusahaan tidak hanya memperoleh akses pasar, tetapi juga landasan kuat untuk mempercepat validasi bisnis dan membangun kemitraan strategis,” papar Bayu.
Daya tarik utama program ini tentu saja integrasinya dengan BSD City. Sebagai kota mandiri berskala mega township seluas 6.000 hektare dengan lebih dari 500.000 jiwa penduduk, BSD City adalah simulasi pasar urban yang sangat ideal.
Ekosistem kota pintar di kawasan ini sangat mendukung uji coba teknologi modern, yang mencakup:
- Advanced materials & construction solutions (material cerdas dan konstruksi).
- Smart infrastructure & building systems (infrastruktur dan bangunan pintar).
- Environmental & sustainability technology (teknologi hijau berkelanjutan).
- Industrial applications & urban technology solutions (solusi teknologi tata kota).
Ke depan, LLV berkomitmen menjadikan program ini sebagai jembatan yang mempertemukan aliran modal global, inovator internasional, dan ekosistem lokal dalam sebuah sinergi yang berkelanjutan untuk memajukan wajah perkotaan masa depan.
