RubrikProperti.com – Langkah transformasi hijau PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) semakin nyata dan kompetitif di pasar bahan bangunan nasional. Baru-baru ini, SIG sukses memborong lima sertifikat Green Label Indonesia dengan Predikat Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI). Pencapaian ini semakin memperkuat posisi strategis perusahaan dalam mengembangkan bahan bangunan rendah emisi di Indonesia.
Lima pabrik SIG yang berhasil meraih sertifikat bergengsi tersebut adalah SIG Pabrik Tuban, PT Semen Tonasa (Pabrik Pangkep), serta tiga pabrik di bawah PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yakni Pabrik Narogong, Pabrik Cilacap, dan Pabrik Lhoknga.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyatakan bahwa Predikat Platinum ini merupakan energi baru bagi perusahaan untuk terus memimpin inovasi produk turunannya yang ramah lingkungan. “Sertifikat Green Label Indonesia adalah bukti nyata bahwa produk kami tidak hanya unggul secara kualitas, tetapi juga memberikan solusi bagi pelanggan untuk membangun dengan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Vita.
Baca Juga: Hadapi Tantangan Industri 2025, SIG Tetap Tangguh Cetak Laba Melalui Transformasi Bisnis
Teknologi AI dan Reduksi Karbon Hingga 38%
Keunggulan semen hijau SIG terletak pada kemampuannya menekan emisi karbon secara signifikan. Tercatat, produk semen hijau ini lebih rendah karbon hingga 38% jika dibandingkan dengan semen konvensional atau Ordinary Portland Cement (OPC). Angka ini menjadi poin krusial bagi para pengembang properti yang kini mulai beralih ke konsep pembangunan berkelanjutan.
Rahasia di balik rendahnya emisi ini adalah integrasi prinsip keberlanjutan di setiap lini bisnis. SIG telah mengadopsi teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam kegiatan produksinya untuk mencapai efisiensi energi yang optimal. Selain itu, perusahaan menjalankan prinsip ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah dan sampah sebagai bahan baku serta bahan bakar alternatif.
Komitmen Konstruksi Berkelanjutan Karya Anak Bangsa
Tidak hanya dari sisi produksi, SIG juga menerapkan praktik pertambangan yang baik (good mining practice) hingga proses distribusi yang berkelanjutan. Transformasi ini memungkinkan SIG menghadirkan produk inovatif yang kokoh namun tetap menjaga kelestarian bumi.
Baca Juga: SIG Perkuat Budaya Keselamatan, Raih Pengakuan di HSE Implementation 2026
Melalui pencapaian ini, SIG mengajak para pemangku kepentingan di industri properti dan konstruksi, serta masyarakat luas, untuk lebih bijak dalam memilih bahan bangunan.
“Semen hijau SIG adalah solusi konkret untuk konstruksi rendah karbon. Ini merupakan buah karya anak bangsa yang lahir dari kepedulian mendalam terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan bumi kita,” tutup Vita Mahreyni. Dengan dukungan sertifikasi Platinum ini, SIG optimis dapat terus menjadi mitra utama dalam pembangunan infrastruktur dan properti hijau di Indonesia.

