RP – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membuktikan ketangguhannya di tengah melambatnya industri bahan bangunan sepanjang tahun 2025. Melalui laporan keuangan auditan (audited) terbarunya, raksasa semen nasional ini sukses menjaga profitabilitas berkat langkah transformasi strategis yang disiplin.
Sepanjang tahun 2025, SIG berhasil mencatatkan volume penjualan sebesar 37,93 juta ton dengan total pendapatan mencapai Rp35,24 triliun. Meski kondisi pasar domestik menantang, perusahaan tetap mampu mengantongi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp191 miliar.
Baca Juga: SIG Perkuat Budaya Keselamatan, Raih Pengakuan di HSE Implementation 2026
Strategi Tiga Pilar: Kunci Efisiensi di Pasar Mikro
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan bahwa sejak Juli 2025, perusahaan secara konsisten menjalankan transformasi yang berfokus pada tiga strategi utama:
- Pengelolaan Pasar Mikro: Penajaman penetrasi di level akar rumput.
- Efisiensi Biaya: Optimalisasi operasional secara menyeluruh.
- Optimalisasi Produk Turunan: Pengembangan portofolio semen dan produk terkait.
“Strategi transformasi tersebut telah menunjukkan hasil positif, di mana pada kuartal tiga dan empat tahun 2025, penjualan domestik SIG menunjukkan perbaikan yang signifikan,” ujar Vita Mahreyni.
Pasar Regional Tumbuh Pesat 14,3%
Di saat pasar dalam negeri mengalami tekanan, SIG melirik potensi luar negeri sebagai penyeimbang. Hasilnya impresif, penjualan regional SIG melonjak 14,3% (yoy) menjadi 7,95 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 6,96 juta ton.
Ketajaman manajemen keuangan juga terlihat dari penurunan beban pokok pendapatan sebesar 0,3% dan beban usaha sebesar 1,1% (yoy). Bahkan, biaya keuangan bersih berhasil ditekan hingga 32,7% (yoy), sebuah angka yang memperkuat fundamental keuangan perusahaan secara keseluruhan.
Menatap 2026: Ekspansi Ekspor dan Inovasi Konstruksi
Optimisme SIG menyambut tahun 2026 kian menguat melalui proyek strategis di Tuban, Jawa Timur. Berkolaborasi dengan Taiheiyo Cement Corporation, SIG tengah mengembangkan fasilitas dermaga dan produksi untuk memperluas jangkauan pasar global.
Baca Juga: Nihil Fatalitas 2025, Bukti Komitmen SIG terhadap Keselamatan Kerja
“SIG menargetkan untuk mulai melakukan ekspor pada pertengahan tahun 2026 dari fasilitas di Tuban, dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun,” tambah Vita.
Selain ekspor, kolaborasi ini juga merambah ke lini bisnis soil stabilization (stabilisasi tanah). Inovasi ini diharapkan menjadi solusi baru bagi industri konstruksi dan properti, sekaligus menciptakan ceruk pasar baru yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan bagi SIG.
