RP – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan bahwa peran media sangat vital dalam mendukung keberhasilan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini disampaikan Maruarar saat menjadi pembicara dalam Bisnis Indonesia Group BIG Conference 2025 di Raffles Hotel, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Dalam acara bertajuk “Menggapai Asa Program 3 Juta Rumah” tersebut, menteri yang akrab disapa Ara ini mengakui bahwa tantangan industri media saat ini tidak mudah. Namun, ia optimistis media Indonesia tetap tangguh dan terus berkembang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan publikasi Program 3 Juta Rumah. Dukungan dan peran media dalam sosialisasi program dan kebijakan perumahan bagi masyarakat sangat dibutuhkan,” ujar Maruarar.
11 Terobosan Strategis Kementerian PKP
Selain menyoroti peran media, Menteri PKP juga memaparkan capaian kinerja kementeriannya. Ia merinci 11 langkah strategis yang telah dieksekusi bersama ekosistem perumahan serta kementerian/lembaga terkait dalam Kabinet Merah Putih.
Terobosan tersebut meliputi berbagai insentif yang memudahkan masyarakat memiliki hunian, antara lain:
- Pembebasan Biaya: BPHTB dan PBG gratis bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
- Insentif Pajak: Perpanjangan Insentif PPN DTP (Ditanggung Pemerintah) hingga tahun 2026.
- Kebijakan Perbankan: Pelonggaran GWM BI dan dukungan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).
- Kolaborasi Swasta: Program BSPS Swasta dan FLPP Swasta.
- Rekor Akad: Pelaksanaan akad massal KPR FLPP terbesar mencapai 26 ribu unit, dengan target 50 ribu unit pada Desember ini.
- Pembiayaan Mikro: Sinergi bersama PNM dan SMF untuk melawan rentenir melalui pembiayaan perumahan mikro.
- Efisiensi Anggaran: Efisiensi program BSPS mencapai 6 persen melalui mekanisme pemilihan toko terbuka.
Gotong Royong Membangun Rumah Rakyat
Menteri Ara menekankan bahwa pemerintah tidak bekerja sendirian. Hingga saat ini, belasan ribu rumah telah terbangun tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan melalui model gotong royong bersama pengusaha.
“Jadi tidak hanya membangun dan merenovasi rumah, tapi ekonominya berkembang. Kita harus membangun ekonominya juga, khususnya ekonomi kreatif,” tuturnya.
Menurutnya, partisipasi aktif dunia usaha dan masyarakat adalah langkah konkret menuju kedaulatan ekonomi sekaligus pemerataan kesejahteraan. Menutup pernyataannya, Menteri Ara juga memberikan perhatian khusus kepada awak media.
“Kami juga mengajak para wartawan yang bekerja di media untuk bisa memiliki rumah layak huni sesuai kriteria yang berlaku,” pungkasnya.

