Foto: Dok. Kementerian PKP

RP – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, meninjau kelanjutan penataan Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, guna melihat langsung kondisi hunian masyarakat pesisir serta potensi penataan kawasan ke depan.

Dalam peninjauan tersebut, Wamen Fahri menekankan pentingnya penerapan konsep hunian yang sesuai dengan karakteristik kawasan pesisir.
“Konsep rumah panggung bertingkat lebih memungkinkan diterapkan di kawasan ini. Selain lebih tertata, ruang di bawahnya bisa dimanfaatkan dan akses lingkungan juga dapat diatur dengan lebih baik,” ujarnya.

Menurut Fahri, pembangunan kawasan pesisir harus tetap berpihak pada masyarakat yang telah lama hidup dan menggantungkan penghidupannya di wilayah tersebut.
“Masyarakat pesisir tidak bisa dijauhkan dari ruang hidupnya. Rumah panggung menjadi solusi yang sesuai dengan karakter kawasan dan budaya pesisir Indonesia,” katanya.

Baca Juga: INPP Alokasikan Capex Rp400 Miliar untuk Ekspansi dan Renovasi Aset Eksisting pada 2026

Lebih lanjut, Fahri menegaskan bahwa penataan Kampung Nelayan Muara Angke perlu dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi lintas sektor.
“Penataan kawasan ini harus dilakukan secara terpadu. Kita akan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan agar dapat diintegrasikan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih,” jelasnya.

Penataan Kampung Nelayan Muara Angke diharapkan dapat menjadi model pengembangan kawasan pesisir yang tepat, sekaligus mendorong terwujudnya kesejahteraan nelayan melalui hunian yang layak, tertata, dan berkelanjutan.