RP – Kabar membanggakan datang dari kancah seni Asia Tenggara. Dua seniman berbakat Indonesia berhasil meraih prestasi gemilang dalam ajang MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2025. Digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 12 November 2025, M. Aidi Yupri dan Diandra Lamees sukses memukau juri internasional dengan karya mereka yang kaya makna.

Kompetisi regional perdana ini mengusung tema “Identity & Diversity” (Identitas & Keberagaman). Ajang ini mempertemukan para pemenang kompetisi nasional dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Dua Karya Pemenang dari Indonesia

Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas dan kreativitas seniman tanah air. Kedua perwakilan Indonesia berhasil meraih penghargaan bergengsi di kategori masing-masing.

1. M. Aidi Yupri (Judges Pick Award – Kategori Umum)

M. Aidi Yupri memenangkan Judges Pick Award (Kategori Umum) melalui karyanya yang berjudul “Rakit Rekat Nusantara”. Prestasi ini melengkapi kemenangannya sebelumnya sebagai Pemenang Grand Prize (Kategori Umum) di MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2025.

2. Diandra Lamees (Grand Prize – Kategori Pelajar)

Diandra Lamees berhasil meraih penghargaan tertinggi, Grand Prize (Kategori Pelajar), dengan karyanya “Upacara Imlek Versiku”. Sama seperti Aidi, Diandra sebelumnya juga merupakan Pemenang Grand Prize (Kategori Pelajar) di tingkat nasional.

Apresiasi untuk Kreativitas Seniman Indonesia

Pencapaian ini mendapat apresiasi tinggi dari manajemen MR.D.I.Y. Indonesia. Edwin Cheah, Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, mengungkapkan rasa bangganya.

“Kami sangat bangga melihat karya seniman Indonesia diakui di tingkat Asia Tenggara. Prestasi M. Aidi Yupri dan Diandra Lamees merupakan cerminan dari semangat, kreativitas, dan ciri khas seniman Indonesia yang luar biasa,” ujar Edwin.

Ia menambahkan bahwa MR.D.I.Y. percaya seni adalah jembatan untuk merayakan identitas dan keberagaman. “Kami berharap pencapaian ini dapat menginspirasi lebih banyak seniman Indonesia untuk terus berkarya hingga ke tingkat internasional,” tutupnya.

Validasi Juri: Seni Indonesia Punya Daya Saing Global

Proses penjurian melibatkan sembilan juri ahli dari Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Penilaian difokuskan pada kreativitas, orisinalitas, dan interpretasi karya terhadap tema.

R.E. Hartanto, pelukis sekaligus perwakilan juri dari Indonesia, memuji karakter kuat yang ditunjukkan oleh para seniman Indonesia.

“Melihat karya para seniman dari Malaysia dan Thailand membuka pandangan baru tentang bagaimana identitas dan budaya bisa diterjemahkan melalui visual,” kata R.E. Hartanto. “Saya turut bangga dengan kreativitas seniman Indonesia yang mampu menghadirkan karakter kuat dan narasi yang jujur. Mereka menunjukkan bahwa seni Indonesia memiliki kedalaman dan daya saing yang luar biasa di tingkat mancanegara.”

Tentang MR.D.I.Y. Art Competition

MR.D.I.Y. Art Competition telah diadakan sejak tahun 2022 di Malaysia. Kompetisi ini bertujuan untuk menumbuhkan bakat seni lokal serta membangun ekosistem kreatif yang inklusif dan berkelanjutan di Asia Tenggara.

Bagi Anda yang berada di Kuala Lumpur, karya para pemenang dari ketiga negara turut dipamerkan dari 12–17 November 2025 di MR.D.I.Y. Plus, Mid Valley.