RP – PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam pembangunan infrastruktur gedung negara. Kali ini, Hutama Karya resmi memulai proyek rehabilitasi dan rekonstruksi dua bangunan vital di Sulawesi Selatan, yakni Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan DPRD Kota Makassar.
Kepastian dimulainya proyek ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja yang berlangsung di Makassar pada Kamis (11/12). Penandatanganan dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Anugrah dan Executive Vice President (EVP) Divisi Gedung Hutama Karya, Nyoman Endi Mahendra.
Turut menyaksikan momen penting tersebut, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Selatan Baskoro Elmiawan, Kepala Satuan Kerja M. Yamin, Sekretaris Dewan DPRD Provinsi M Jabir, serta Direktur Operasi II Hutama Karya Gunadi.
Pentingnya Rehabilitasi Simbol Demokrasi Daerah
Kepala Balai PBPK Sulawesi Selatan, Baskoro Elmiawan, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan langkah krusial untuk menjaga kelancaran fungsi legislatif.
“Gedung DPRD adalah simbol utama demokrasi daerah. Kami berharap proyek ini segera masuk tahap pelaksanaan setelah persiapan teknis selesai, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa kembali optimal dalam lingkungan yang aman dan nyaman,” ujar Baskoro.
Lingkup Pengerjaan dan Fasilitas Baru
Proyek ini mencakup area seluas puluhan ribu meter persegi. Di kompleks DPRD Provinsi Sulsel, rehabilitasi menyasar Gedung Utama (4 lantai seluas ±6.700 m²) dan gedung tower (10 lantai), serta bangunan penunjang seperti gedung aspirasi dan kantin.
Sementara itu, untuk DPRD Kota Makassar, fokus utama adalah mengembalikan fungsi gedung sebagai titik temu pemerintah dan warga. Perbaikan meliputi:
- Pelebaran kapasitas ruang rapat utama dan ruang komisi.
- Penataan alur sirkulasi pengunjung yang lebih efisien.
- Pemisahan zona publik dan area kerja yang jelas.
- Peningkatan kualitas elemen arsitektur (lantai, plafon, fasad, hingga interior).
Pekerjaan juga mencakup sistem utilitas vital seperti Mekanikal-Elektrikal dan Plumbing (MEP), tata udara, hingga proteksi kebakaran (fire alarm) demi keselamatan pengguna gedung.
Terapkan Teknologi BIM dan LiDAR
Dalam pengerjaannya, Hutama Karya mengedepankan teknologi konstruksi digital. Perusahaan akan menggunakan Building Information Modelling (BIM) untuk memetakan koordinasi struktur, arsitektur, dan mekanikal secara detail guna mencegah kesalahan di lapangan.
Selain itu, teknologi pemindaian LiDAR (Light Detection and Ranging) akan digunakan untuk memutakhirkan data kondisi bangunan eksisting, memastikan intervensi perbaikan dilakukan tepat sasaran pada titik-titik kerusakan.
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan pemerintah.
“Hutama Karya akan memastikan pengerjaan dilakukan dengan standar kualitas terbaik, tepat waktu, dan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) yang ketat. Kami mohon dukungan agar pembangunan fasilitas publik ini berjalan lancar,” tutup Mardiansyah.

