Foto: Dok. Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta

RP – Kawasan kolong Tol Becakayu dan Tol Dalam Kota di Jakarta Timur kini tampil beda. Area yang dulunya tampak kering dan monoton, kini berubah menjadi ruang ekspresi penuh warna sepanjang 18 kilometer. Transformasi ini bahkan sukses menyabet Rekor MURI sebagai ruang ekspresi dengan jumlah tiang terbanyak dan rentang terpanjang di Indonesia.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung hasil beautifikasi tersebut pada Kamis (11/12). Ia tak bisa menyembunyikan rasa bangganya melihat bagaimana ruang publik inklusif ini mampu menghidupkan kembali kreativitas warga Jakarta.

Ubah Wajah Kota Menjadi Lebih Estetik

Didampingi Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta, Fajar Sauri, serta Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, Pramono mengapresiasi kolaborasi apik yang terjadi di lapangan. Menurutnya, inisiatif ini adalah bukti nyata bahwa ruang tak terpakai bisa diubah menjadi area yang aman, indah, dan bermanfaat.

“Saya menyampaikan apresiasi atas gagasan Wali Kota Jakarta Timur beserta jajarannya. Ini menghadirkan ruang ekspresi yang makin terbuka bagi Jakarta. Siapa saja bisa ikut, dan ini bisa menjadi role model bagi daerah lain,” ujar Pramono di lokasi.

Libatkan Ratusan Tiang dan Kompetisi Warga

Program beautifikasi ini bukan proyek kecil. Secara teknis, pengerjaan mencakup 812 tiang di sepanjang Tol Becakayu (10 km) dan 514 tiang di Tol Dalam Kota (8 km).

Untuk menjaga keberlanjutan dan rasa memiliki, kegiatan ini tidak berhenti pada pengecatan saja. Pemprov DKI melibatkan partisipasi aktif warga melalui perlombaan yang diikuti oleh 65 kelurahan di Jakarta Timur. Sinergi juga dilakukan dengan pihak swasta seperti PT KKDM dan PT CMNP untuk penyediaan material, pengecatan mural, hingga penataan taman.

Membangun Rasa Memiliki

Lebih dari sekadar kosmetik kota, Pramono berharap beautifikasi ini dapat menumbuhkan kepedulian warga terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan lingkungan yang lebih tertata, diharapkan tingkat keamanan dan kenyamanan warga Jakarta Timur pun ikut meningkat.

“Mudah-mudahan setelah diadakan perlombaan, ruang ekspresi ini bukan hanya tampil lebih menarik, tetapi juga menjadikan Jakarta Timur lebih aman dan lebih indah,” tutup Pramono.