RP – PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Aceh terkait pasokan listrik yang belum sepenuhnya pulih pascabencana banjir bandang dan tanah longsor. Hingga Selasa (9/12), proses penormalan listrik masih menghadapi kendala berat di lapangan.
Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, dalam Rapat Koordinasi bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia secara daring dari Banda Aceh.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Aceh. Tidak ada alasan apapun yang bisa menghapus ketidaknyamanan ini,” ujar Darmawan, Selasa (9/12).
Penyebab Listrik Aceh Masih Padam
Darmawan menjelaskan bahwa kerusakan sistem kelistrikan akibat bencana ini sangat masif, terutama pada jaringan transmisi. Akses yang terputus dan luasnya kerusakan mempersulit petugas menjangkau lokasi.
Kerusakan terparah terjadi pada jalur transmisi Bireuen–Arun, di mana enam tower (menara) roboh diterjang banjir bandang. Pembangkit di Arun pun tidak dapat menyuplai listrik ke Banda Aceh secara optimal, menyebabkan defisit daya sekitar 40 MW dan pemadaman bergilir.
Selain itu, lima tower di jalur transmisi Langsa–Pangkalan Brandan juga roboh. Hal ini memutus koneksi sistem kelistrikan Aceh dengan Sistem Besar Sumatera (backbone).
Angkut Material 35 Ton Pakai Helikopter
PLN mengerahkan upaya ekstra untuk mempercepat pemulihan, termasuk menggunakan jalur udara karena akses darat yang lumpuh total.
“Material untuk perbaikan tower seberat 35 ton terpaksa diangkut menggunakan heli, satu per satu,” ungkap Darmawan.
Meski sinkronisasi sempat berhasil hingga Bireuen, Takengon, dan Samalanga pada 8 Desember 2025, perluasan ke Sigli dan Banda Aceh mengalami hambatan teknis sehingga harus dihentikan sementara demi keamanan.
Target Pemulihan: Maksimal 10 Hari
Berdasarkan asesmen teknis, PLN menargetkan perbaikan lima menara utama akan memakan waktu maksimal sepuluh hari. Setelah itu, sinkronisasi sistem Aceh dengan jalur Sumatera diharapkan dapat berjalan aman dan tuntas.
Meski demikian, PLN berhasil memulihkan listrik di empat kabupaten yang sebelumnya gelap total, yaitu:
- Aceh Tengah
- Bener Meriah
- Aceh Tamiang
- Gayo Lues
Sembari menunggu perbaikan transmisi rampung, PLN menambah pasokan genset untuk fasilitas vital seperti rumah sakit, pusat pemerintahan, posko-posko pengungsian, dan infrastruktur telekomunikasi.
“Kami terus berkomitmen mengerahkan seluruh pasukan kekuatan kami agar sistem kelistrikan Aceh bisa pulih kembali,” pungkas Darmawan.

