Antasari Place

RubrikProperti.com – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP:IJ) atau yang lebih dikenal dengan Paradise Indonesia, terus membuktikan ketangguhannya di industri properti nasional. Perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan, komersial, dan penjualan properti ini tengah fokus melanjutkan langkah ekspansi terukur. Strategi ini dirancang khusus untuk memperkuat recurring income (pendapatan berulang) sekaligus menjaga pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Di tahun 2026 ini, Paradise Indonesia menargetkan kontribusi recurring income tetap terjaga stabil di kisaran 70%. Target optimis ini didukung oleh optimalisasi aset strategis yang telah dimiliki serta keberlanjutan inisiatif ekspansi di wilayah-wilayah potensial.

Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, menegaskan bahwa perusahaan memiliki visi yang melampaui sekadar pembangunan fisik. “Di Paradise Indonesia, kami tidak sekadar mengembangkan properti, tetapi menghadirkan aset berkelanjutan yang mampu menciptakan nilai jangka panjang melalui pendapatan berulang. Dengan strategi ini, kami meyakini perusahaan akan terus bertumbuh secara sehat, sekaligus menjaga momentum kinerja yang tangguh di masa mendatang,” ujarnya.

Baca Juga: In This Economy.. Masih Idealkah Investasi Apartemen di CBD Jakarta?

Kinerja Kuartal I-2026: Laba Bersih Berbalik Positif

Strategi yang diterapkan manajemen terbukti membuahkan hasil manis. Pada periode Januari hingga Maret 2026, Paradise Indonesia sukses membukukan pendapatan sebesar Rp326,90 miliar, meningkat 14% Year-on-Year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini disokong oleh kontribusi positif dari seluruh segmen bisnis.

  • Segmen Komersial: Menjadi kontributor utama dengan capaian Rp157,14 miliar (tumbuh 19% YoY), yang ditopang oleh ekspansi 23 Paskal Shopping Center di Bandung tahun lalu.
  • Segmen Perhotelan: Menyumbang pendapatan sebesar Rp135,50 miliar (meningkat 4% YoY).
  • Segmen Penjualan Properti (Property Sales): Mencatatkan lonjakan fantastis sebesar 38% menjadi Rp34,26 miliar, terutama didorong oleh pengakuan pendapatan atas proses serah terima (handover) unit Antasari Place.

Kinerja organik yang solid ini berdampak langsung pada penguatan bottom line. INPP berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp44,07 miliar, berbalik arah secara impresif dari posisi rugi bersih Rp132,87 miliar pada Kuartal I tahun sebelumnya.

Baca Juga: Membangun Masa Depan Tanpa Lahan Besar: Transformasi Paradise Indonesia dari Keterbatasan Menjadi Kekuatan

Dari sisi operasional, fundamental bisnis perusahaan juga semakin kokoh, tercermin dari capaian EBITDA yang meningkat 20% menjadi Rp100,67 miliar (dari sebelumnya Rp83,95 miliar). Pencapaian ini merupakan hasil nyata dari pertumbuhan pendapatan yang diimbangi dengan efisiensi operasional yang berkelanjutan.

Ekspansi Strategis: Dari Semarang hingga Balikpapan

Untuk terus memperkuat fondasi recurring income, Paradise Indonesia telah menyiapkan berbagai pipeline proyek prestisius. Dalam waktu dekat, perusahaan dijadwalkan akan merampungkan proyek 23 Semarang Shopping Center yang ditargetkan mulai beroperasi pada Kuartal II tahun ini. Kehadiran mal ini diharapkan dapat langsung mendongkrak kontribusi dari segmen komersial.

Langkah ekspansi tak berhenti di Pulau Jawa. Di Balikpapan, pengembangan proyek mixed-use 88 Plaza yang berlokasi di pusat kota juga terus dikebut. Pembangunan fase pertama telah dimulai sejak akhir Januari lalu dengan fokus pada infrastruktur dasar. Proyek ini mendapat respons positif dari pasar, terlihat dari proses pre-sales yang berjalan lancar.

Selain itu, perusahaan juga berencana melanjutkan pengembangan Antasari Place Tower 2, yang akan dijalankan secara terukur dan terencana.

“Paradise Indonesia meyakini bahwa ekspansi yang dilakukan secara terukur akan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas recurring income. Kami optimistis dapat mempertahankan kinerja yang solid dan berkelanjutan ke depannya,” tutup Anthony.