Foto: Dok. Kementerian PKP

RubrikProperti.com – Sektor perumahan nasional dipastikan bakal bergerak lebih kencang. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi menggandeng Bank Syariah Nasional (BSN) untuk mempercepat penyaluran bantuan pembiayaan perumahan dan pengembangan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor BSN, Jakarta, Rabu (13/5/2026), Menteri PKP menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penyediaan rumah susun (rusun) subsidi di area perkotaan.

Fokus pada Hunian Vertikal Perkotaan

Menteri PKP melihat tantangan keterbatasan lahan di kota besar harus dijawab dengan pembangunan rumah susun yang terintegrasi. Saat ini, aturan baru mengenai rusun subsidi sedang digodok dan diharapkan BSN berperan aktif dalam mensosialisasikan serta membiayai program tersebut.

“Visi Presiden Prabowo adalah membangun rumah susun subsidi di perkotaan. Saya ingin program ini ‘gol’ dengan partisipasi aktif dari BSN. Saya menerapkan pola kerja Governmentpreneur di kementerian ini; menggabungkan kecepatan swasta dengan kebijakan pemerintah demi efisiensi,” tegas Menteri PKP.

Sebagai apresiasi, Menteri PKP memberikan “nilai 9” untuk performa BSN di sektor rumah tapak, dan ia menantang BSN untuk mencapai nilai yang sama di sektor rumah susun tahun ini dengan merekrut talenta yang kompeten dan efektif.

Penyalur FLPP Terbesar Kedua di Indonesia

BSN yang kini sahamnya 99% dimiliki oleh BTN, telah membuktikan taringnya sebagai pemain utama perbankan syariah di sektor properti. Data per April 2026 menunjukkan performa yang impresif:

  • Realisasi FLPP: Telah mencapai 16.523 unit rumah.
  • Target 2026: BSN membidik total penyaluran 73.300 unit rumah bersubsidi melalui skema FLPP.
  • Posisi Pasar: BSN kokoh berada di peringkat kedua penyalur FLPP nasional.

Selain FLPP, BSN juga tengah mengejar persetujuan kuota KUR Perumahan senilai Rp500 miliar dari Kemenko Perekonomian, yang ditargetkan rampung secara administrasi dalam dua bulan ke depan.

Inovasi dan Digitalisasi Layanan

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menyambut optimis tantangan dari Kementerian PKP. Menurutnya, fokus utama BSN saat ini memang berada pada ekosistem FLPP karena minat masyarakat yang sangat tinggi terhadap pembiayaan berbasis syariah.

“Kami mendukung penuh visi Bapak Presiden Prabowo. Inovasi yang akan kami lakukan meliputi penguatan kolaborasi dengan pengembang (developer), mendorong pembiayaan yang inklusif, serta mempercepat digitalisasi produk agar layanan kami lebih menjangkau masyarakat luas,” ujar Alex.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi dari BP Tapera, Sarana Multigriya Finansial (SMF), hingga Permodalan Nasional Madani (PNM), yang menandakan adanya komitmen lintas sektor untuk memastikan program perumahan nasional berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.