Transformasi Digital Penyaluran Perumahan: BP Tapera dan Bank Mandiri Terapkan akuHUNI dan QRC
BP Tapera bersama Bank Mandiri memperkuat sinergi pengawasan KPR FLPP di Banjarbaru melalui implementasi e-Monev, akuHUNI, dan QRC. Hasil peninjauan lapangan mencatat seluruh unit rumah terpantau 100% siap dan layak huni.
RubrikProperti.com – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Bank Mandiri terus memperkuat sinergi dalam optimalisasi implementasi sistem informasi QRC (SiAkiQC), akuHUNI, dan e-Monev. Langkah digitalisasi ini difungsikan sebagai sarana pemantauan (monitoring) dan pengendalian keterhunian rumah pada program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) yang disalurkan oleh Bank Mandiri.
Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan kunjungan kerja ke Kantor Bank Mandiri KCP Banjarmasin Lambung Mangkurat. Acara ini dihadiri oleh Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera, Muhammad Nauval Al-Ammari; Kepala Divisi Pemantauan dan Evaluasi BP Tapera, Haafidh Affandi; serta jajaran pimpinan Bank Mandiri.
Jajaran Bank Mandiri yang hadir meliputi Pjs. Area Head Area Kalsel, Ratri; Mortgage Auto Loan Area Banjarmasin, Rizky Ashri Fraza; Branch Manager Lambung Mangkurat, Asep Setiawan; Branch Manager Mitra Plaza, Vit Hartoyo; Branch Manager Soetoyo, Aulia Rachmawati; serta Branch Manager Pangeran Samudra, Hafiz.
Dalam kesempatan tersebut, Ratri menyampaikan bahwa pelaksanaan penyaluran KPR Sejahtera FLPP di Bank Mandiri senantiasa mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh kantor pusat. Sebagai informasi, Kantor Cabang Bank Mandiri Banjarmasin merupakan salah satu pencetak realisasi FLPP tertinggi se-Mandiri Group di seluruh Indonesia.
Pihaknya menyampaikan apresiasi atas kunjungan BP Tapera. Menurutnya, pemaparan terkait ketentuan keterhunian rumah, kondisi pasca-akad FLPP, serta penerapan sistem informasi QRC (SiAkiQC), akuHUNI, dan e-Monev sangat bermanfaat untuk memperkaya wawasan operasional para personil Bank Mandiri di lapangan.
Baca Juga: Raih Apresiasi BP Tapera, BTN dan BSN Dominasi Penyaluran FLPP Kuartal II 2026
Penguatan Tata Kelola Lewat Inovasi Teknologi
Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera, Muhammad Nauval Al-Ammari, menjelaskan bahwa optimalisasi sistem informasi QRC (SiAkiQC), akuHUNI, dan e-Monev merupakan salah satu rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas hasil pemeriksaan penyaluran FLPP di BP Tapera Tahun 2025.
Transformasi digital—termasuk peralihan dari aplikasi Sikasep ke Tapera Mobile—merupakan fondasi penting dalam memperkuat tata kelola Program KPR FLPP. Pemanfaatan inovasi teknologi ini terbukti mampu mendukung proses pemantauan dan evaluasi agar penyaluran program berjalan jauh lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
“Transformasi digital memegang kunci penting dalam akuntabilitas program perumahan rakyat,” tegas Nauval.
Tinjauan Lapangan dan Apresiasi Penerima Manfaat
Sebagai bagian dari agenda pemantauan dan evaluasi, tim gabungan BP Tapera dan Bank Mandiri turut melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memantau kondisi fisik rumah pasca-akad FLPP di Kota Banjarbaru. Peninjauan menyasar dua kawasan perumahan, yakni Perumahan Pesona Mandiri 2 (di bawah naungan PT Pulau Baru Properti) dan Rafanda Asri (oleh PT Bangun Lancat Jaya).
Dari total 18 unit rumah pasca-akad FLPP yang dipantau secara acak, hasil verifikasi menunjukkan angka sempurna: 100 persen rumah dinyatakan siap huni dan layak huni.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Kinerja, INPP Bukukan Laba Positif Rp141,98 Miliar di Semester I 2026
Dalam sesi dialog di perumahan tersebut, Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera, Muhammad Nauval Al-Ammari, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank Penyalur (Bank Mandiri) serta Asosiasi Pengembang (REI Kalsel). Apresiasi ini diberikan setelah mendengar langsung testimoni dari salah satu penerima manfaat bernama Izzatus Sholihah.
Izzatus, yang sehari-hari berprofesi sebagai guru Sekolah Islam, mengungkapkan rasa puasnya. Ia menilai rumah FLPP yang ditempatinya sangat layak huni dan dirinya tidak pernah menemui kendala berarti terkait kualitas bangunan selama tinggal di sana.
Ia juga menceritakan alasan utamanya memilih unit di Perumahan Pesona Mandiri 2, yakni lokasinya yang strategis dan dekat dengan fasilitas umum, lingkungan sekitar yang sangat aman meskipun ia tinggal seorang diri, serta jaraknya yang dekat dengan tempatnya bekerja.
Kegiatan kunjungan kerja di Kota Banjarbaru ini sekaligus menjadi rangkaian penutup dari agenda pemantauan rumah FLPP yang telah dilaksanakan oleh BP Tapera bersama Bank Penyalur dan Asosiasi Pengembang selama tiga hari berturut-turut di Provinsi Kalimantan Selatan.
Melalui kolaborasi masif ini, BP Tapera dan Bank Mandiri menegaskan kembali komitmen jangka panjangnya untuk terus meningkatkan kualitas penyaluran KPR Sejahtera FLPP, menjaga tingkat keterhunian hunian bersubsidi, serta memastikan agar seluruh manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kalimantan Selatan.
