RubrikProperti.com – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia secara resmi mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang stabil pada kuartal pertama (Q1) 2026. Direktur Keuangan Paradise Indonesia, Ibu Surina, memaparkan bahwa perusahaan kini telah mengelola total 25 unit bisnis. Portofolio tersebut mencakup 13 hotel, 6 unit property sales, dan 6 mal—yang akan segera bertambah menjadi 7 mal pada bulan depan. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi agresif, termasuk penambahan Citadines Antasari pada tahun lalu serta persiapan operasional 23 Semarang dan 88 Plaza Balikpapan tahun ini.

Secara angka, INPP mencatatkan pendapatan kuartal pertama sebesar Rp157 miliar dari sektor komersial, Rp136 miliar dari sektor hospitality, serta kontribusi property sales sebesar Rp34 miliar. Strategi perusahaan yang mengandalkan recurring income (pendapatan berulang) terbukti efektif menjaga stabilitas bisnis. Hal ini tercermin dari angka EBITDA yang mencapai Rp101 miliar, atau tumbuh 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Kami juga melakukan penambahan kapasitas di unit-unit yang memiliki performa baik seperti fX Sudirman, sekaligus mempercantik produk yang sudah ada agar lebih siap saat situasi ekonomi membaik,” ujar Ibu Surina dalam paparannya.

Baca Juga: In This Economy.. Masih Idealkah Investasi Apartemen di CBD Jakarta?

Target Tinggi dan Konsep Leisure Mall di 23 Semarang

Proyek yang menjadi primadona tahun ini, 23 Semarang, diproyeksikan menjadi iconic lifestyle mall terbesar di Semarang. Meski baru akan melakukan open door pada 23 Mei mendatang, Ibu Surina mengungkapkan bahwa minat tenant sangat luar biasa. Tercatat, 80 persen tenant sudah melakukan pemesanan ruang sejak 2-3 tahun lalu. Paradise Indonesia menargetkan tingkat okupansi (occupied) akan terus merangkak naik hingga menyentuh angka 90-95 persen pada Desember 2026 mendatang.

Keberhasilan ini tidak lepas dari visi perusahaan yang mengedepankan konsep leisure mall dan destinasi, bukan sekadar pusat perbelanjaan biasa (big box mall). Dengan memperbesar porsi food and beverage (F&B), INPP ingin menciptakan experience atau pengalaman unik bagi pengunjung. Strategi ini dijalankan melalui Cornerstone, anak perusahaan INPP yang fokus pada penciptaan traffic pengunjung. “Kami bukan hanya membangun kemudian tersewa, tapi bagaimana menciptakan traffic. Itulah alasan mengapa mal kami selalu menjadi yang tertinggi tingkat kunjungannya (highest traffic in town),” tutup Ibu Surina.