Sharp Indonesia Ajak Generasi Muda Jadikan Keberlanjutan sebagai Bagian dari Keseharian
Sharp Indonesia ajak generasi muda terapkan gaya hidup berkelanjutan lewat kampanye interaktif di pameran Langkah Membumi 2026, Grand Indonesia.
RubrikProperti.com – Konsep keberlanjutan (sustainability) sering kali terasa seperti sesuatu yang besar, jauh, dan membutuhkan perubahan yang rumit. Padahal, perubahan dapat dimulai dari sesuatu yang paling dekat dengan keseharian kita: cara kita menggunakan teknologi, pilihan produk yang kita beli setiap hari, hingga kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Bagi PT Sharp Electronics Indonesia, keberlanjutan bukan sekadar tentang bagaimana sebuah perusahaan menekan dampak emisi terhadap lingkungan. Lebih dari itu, keberlanjutan merupakan cara pandang untuk melihat bagaimana teknologi, manusia, dan alam dapat tumbuh berdampingan menciptakan kehidupan yang lebih baik—bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga bagi generasi mendatang.
Visi luhur tersebut mewarnai partisipasi Sharp dalam Langkah Membumi 2026, sebuah platform kolaboratif dan gerakan keberlanjutan inisiasi Blibli Tiket Action. Gerakan ini bertujuan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan melalui langkah sederhana.
Acara Langkah Membumi 2026 ini akan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026, bertempat di Fountain Area Lantai 5, Grand Indonesia, Jakarta.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang menghasilkan teknologi yang lebih baik, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun kesadaran untuk menggunakan dan merawat apa yang kita miliki dengan lebih bijak. Bagi Sharp, teknologi seharusnya hadir untuk mendukung kehidupan manusia sekaligus berjalan selaras dengan lingkungan,” jelas President Director PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka.
Ubah Kesadaran Menjadi Pengalaman Interaktif
Sharp menyadari bahwa membangun kesadaran lingkungan tidak cukup hanya dengan pidato atau informasi searah. Khususnya bagi generasi muda, pesan tentang pelestarian bumi akan jauh lebih bermakna ketika dapat dirasakan, dialami, dan menjadi bagian dari pengalaman langsung mereka.
Menerjemahkan nilai tersebut, Sharp menghadirkan pengalaman interaktif yang ringan dan menyenangkan di booth pamerannya, di antaranya:
- Reflect Your Matters: Pengunjung diajak berhenti sejenak untuk melihat kembali hubungan mereka dengan lingkungan. Melalui aktivitas swafoto di cermin (mirror selfie) bersama produk Sharp, ini menjadi simbol refleksi diri mengenai kontribusi kecil apa yang bisa dimulai hari ini.
- Plant Your Promise: Sharp menantang pengunjung untuk mengubah kesadaran menjadi komitmen. Pengunjung dapat menuliskan janji sederhana untuk bumi melalui Commitment Tree (pohon komitmen), lalu membawa pulang kertas tersebut untuk ditanam di rumah.
Aktivitas ini dirancang untuk menitipkan pesan mendalam bahwa komitmen tidak berhenti ketika sebuah acara selesai; ia harus dibawa pulang, dirawat, dan diwujudkan dalam rutinitas.
Baca Juga: Tinjau Saringan Sampah TB Simatupang, Gubernur Pramono: Saatnya Pilah, Angkut, dan Olah Sampah
“Kami ingin keberlanjutan terasa lebih dekat dan tidak menggurui. Anak muda hari ini sangat terbuka terhadap isu lingkungan, tetapi mereka butuh cara yang relevan dan menyenangkan untuk terlibat. Melalui pengalaman interaktif ini, kami mengubah pesan pelestarian bumi menjadi aksi nyata yang bisa langsung mereka rasakan,” ungkap PR & Brand Communication Head Department PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio.
Selama lebih dari lima dekade, Sharp telah hadir di tengah masyarakat Indonesia melalui teknologi yang memberikan kenyamanan. Namun, inovasi tersebut membawa tanggung jawab besar untuk memikirkan daur hidup sebuah produk secara bijak, yang juga tecermin melalui inisiatif Sharp Greenerator—wadah edukasi lingkungan bagi anak muda binaan Sharp.
“Sebagai produsen, tanggung jawab kami bukan sekadar menciptakan produk, tetapi juga mempertimbangkan dunia tempat produk tersebut digunakan serta generasi yang akan mewarisinya kelak,” tambah Teraoka.
Melalui pendekatan yang relevan dan tidak kaku ini, Sharp berharap isu keberlanjutan tak lagi dipandang sebagai beban, melainkan bertransformasi menjadi kebiasaan alami di masyarakat. Karena pada akhirnya, perubahan besar untuk bumi yang lestari selalu dimulai dari satu langkah kecil seseorang yang berani untuk memulai.
