Foto: Dok. Kementerian PKP

RubrikProperti – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau lokasi rencana pembangunan rumah susun (rusun) di Paniki Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Jumat (10/4/2026). Pemerintah menargetkan proyek tersebut dapat rampung pada Februari 2027.

Dalam keterangannya, Menteri Ara menyampaikan bahwa pembangunan rusun akan dipercepat agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Pembangunan ini kita percepat dan diharapkan sudah selesai pada Februari 2027. Rusun ini nantinya bisa disewa masyarakat dengan harga sekitar Rp450 ribu per bulan,” ujarnya.

Baca Juga: Menteri PKP Siapkan Pembangunan Rusun TNI AU di Lampung

Rusun Paniki Dua Usung Konsep Bhineka Tunggal Ika

Selain menargetkan percepatan pembangunan, Menteri Ara juga mengusulkan agar rusun yang dibangun mengusung konsep keberagaman dengan nama Rusun Bhineka Tunggal Ika. Menurutnya, konsep tersebut mencerminkan karakter masyarakat Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado yang dikenal beragam.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menyampaikan bahwa lahan pembangunan telah siap setelah dilakukan land clearing serta pengecekan sertifikat. Calon penghuni juga telah disiapkan melalui daftar tunggu berbasis by name by address (BNBA).

Sebelumnya, Pemerintah Kota Manado telah membangun rusun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di lokasi yang sama dengan kapasitas 60 unit yang selesai pada 2023.

Pembangunan lanjutan di Kelurahan Paniki Dua diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian layak sekaligus mengurangi kawasan permukiman tidak layak di Kota Manado.

Lokasi pembangunan berada di lahan seluas sekitar 3.280 meter persegi dengan akses strategis melalui Jalan Salak Raya. Lahan tersebut telah bersertifikat Hak Pakai atas nama Pemerintah Kota Manado.

Baca Juga: PLN Mobile Permudah WFH dengan Layanan Kelistrikan dalam Satu Aplikasi

Rencana pembangunan akan mengusung tipe Rumah Susun Arunika 36 yang terdiri dari tiga lantai dengan total 44 unit hunian. Bangunan dirancang dengan konsep modern dan fungsional, dilengkapi fasilitas pendukung seperti area sirkulasi yang luas, pencahayaan alami yang optimal, serta ruang hunian yang nyaman.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut antara lain Dirjen Perumahan Perkotaan PKP Sri Haryati, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Wali Kota Manado Andrei Angouw, serta Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang.