Laris Manis! Terapkan Aspek Green Building, Hunian di Shila at Sawangan Diminati Konsumen
Menjawab kebutuhan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, hunian berkonsep green building kian diburu konsumen. Salah satunya adalah klaster Riverie di Shila at Sawangan yang sukses memasarkan hunian modern mulai dari Rp890 jutaan.
RubrikProperti.com – Tantangan iklim dan pesatnya pertumbuhan populasi manusia membuat kita semua harus semakin peduli dengan pelestarian alam. Konsep green building, eco-architecture, maupun green behavior tidak bisa lagi hanya dijadikan sekadar slogan, tetapi harus mulai diwujudkan secara nyata dan dimulai dari lingkungan keluarga.
Satu dekade yang lalu, Green Building Council Indonesia (GBCI) telah melansir standar hijau untuk sebuah kawasan yang disebut Greenship Neighborhood (NH 1.0). Terdapat tujuh aspek yang harus diikuti agar suatu kawasan memenuhi kategori green.
Ketujuh aspek tersebut adalah peningkatan ekologi lahan (land ecological enhancement), pergerakan dan konektivitas (movement and connectivity), manajemen dan konservasi air (water management and conservation), limbah padat dan material (solid waste and material), strategi kesejahteraan masyarakat (community well-being strategy), bangunan dan energi (building and energy), serta inovasi dan pengembangan (innovations and future development).
Menyadari bahwa penerapan aspek-aspek green tersebut akan meminimalkan dampak pembangunan terhadap lingkungan, menciptakan kawasan sehat, dan memperbaiki kualitas iklim mikro (micro climate) di sekitarnya, sejumlah pelaku industri properti kini mulai serius mengusung konsep keberlanjutan pada kawasan yang mereka kembangkan.
Baca Juga: Raih Apresiasi BP Tapera, BTN dan BSN Dominasi Penyaluran FLPP Kuartal II 2026
Rumah Sehat Berdesain Split-Level
Oleh karena itu, tren merancang rumah dengan mempertimbangkan keadaan lingkungan kini kerap muncul dari keinginan developer agar bisa mewujudkan hunian yang benar-benar sehat. Hal ini terlihat jelas pada rumah di klaster Riverie, Shila at Sawangan, Depok, Jawa Barat.
Hanya dengan memanfaatkan kaveling berukuran 5 x 10 meter, hunian ini tetap bisa maksimal memiliki bukaan yang luas untuk memasukkan cahaya maupun udara alami. Hal ini berkat penerapan tinggi lantai ke plafon yang mencapai 3,7 meter, serta desain split-level architecture di area ruang keluarga.
Rancangan arsitektur seperti ini membuat sirkulasi aliran udara alami ke dalam ruang-ruang di rumah menjadi semakin optimal. Rumah ini dibangun dua lantai dengan pembagian ruang berdasarkan fungsi; lantai bawah dikhususkan untuk aktivitas publik, sedangkan lantai dua didedikasikan untuk ruang privat seperti kamar tidur.
Sebagai informasi, Shila at Sawangan berdiri megah di atas lahan seluas 130 hektare. Ini adalah kawasan hunian modern yang dikelilingi oleh 26 hektare danau serta anak sungai (creek) alami dengan latar belakang panorama Gunung Salak yang asri.
Sebanyak 55% area pengembangan didedikasikan sebagai ruang terbuka hijau demi menciptakan lingkungan yang lebih asri di tengah laju pertumbuhan cepat di koridor selatan Jakarta dan Depok. Kawasan ini juga didukung akses langsung melalui Jalan Bojongsari dan Jalan Muchtar, serta konektivitas menuju Tol Pamulang dan Tol Desari. Kemudahan akses ini menjadikannya sebagai salah satu kawasan hunian premium dengan kualitas hidup yang terjaga dan mobilitas yang optimal di Jabodetabek.
Baca Juga: Rekor Tertinggi! Era Prabowo Sukses Salurkan 278 Ribu Unit Rumah Subsidi Sepanjang 2025
Serah Terima Tepat Waktu
Klaster Riverie sendiri merupakan hasil kolaborasi sukses antara Vasanta Group dan MC Urban Development Indonesia (MCUDI), yang merupakan anak perusahaan dari Mitsubishi Corporation. Didesain khusus untuk generasi muda yang mencari hunian modern dan terjangkau, Klaster Riverie dipasarkan dengan harga kompetitif mulai dari Rp890 jutaan. Pada akhir Juli lalu, sebagian unitnya telah sukses diserahterimakan kepada para pembeli.
“Serah terima Riverie merupakan wujud komitmen kami dalam menyelesaikan produk yang telah dipercayakan konsumen kepada kami. Kami melihat masyarakat saat ini semakin selektif dalam memilih tempat tinggal, tidak hanya dari sisi harga, tetapi juga kualitas ruang, lingkungan, serta potensi nilai jangka panjangnya,” jelas Presiden Direktur Shila at Sawangan, Mario Susanto, dalam keterangan tertulisnya, Senin (3 Agustus 2026).
“Karena itu, kami berupaya menjaga keseimbangan antara aspek-aspek tersebut dalam setiap pengembangan yang kami lakukan,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Presiden Direktur MCUDI, Hideaki Nakajima, mengatakan bahwa pencapaian ini menjadi tonggak sejarah yang penting karena menunjukkan progres pengembangan kawasan yang terus berjalan sesuai dengan tahapan yang direncanakan.
“Kami percaya kualitas sebuah kawasan tidak hanya ditentukan oleh bangunannya, tetapi juga oleh lingkungan yang terbentuk dan keberlanjutan pengembangannya,” pungkas Nakajima.
