Foto: Dok. BP Tapera

RP – Ketua Satgas Perumahan Hasyim Djojohadikusumo menilai perlu adanya badan khusus yang menangani sektor perumahan secara lebih terkoordinasi. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peluncuran hunian vertikal Kampung Bandan yang digelar Bank BTN.

Acara launching tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, serta perwakilan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat BP Tapera, yang diwakili Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera, Dody Bursman.

Dalam sambutannya, Hasyim menegaskan bahwa sektor perumahan dan konstruksi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai, di banyak negara maju, sektor ini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi.

Baca Juga: Menteri Nusron Tegaskan Kehadiran Negara Lindungi Hak Atas Tanah Masyarakat Terdampak Bencana

“Di berbagai negara, sektor perumahan dan konstruksi menjadi andalan perekonomian. Karena itu, ke depan perlu ada terobosan melalui pembentukan badan yang bisa mengoordinasikan sektor ini secara lebih terarah dan terpadu,” ujar Hasyim.

Menurutnya, pembentukan badan khusus tersebut diperlukan agar berbagai program perumahan, termasuk hunian vertikal, dapat berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu menyampaikan komitmen BTN dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Ia juga mengapresiasi kehadiran Ketua Satgas Perumahan dalam kegiatan tersebut.

Hunian vertikal Kampung Bandan sendiri merupakan hasil kerja sama antara Bank BTN dengan Al Qilaa International Group, perusahaan asal Dubai, Uni Emirat Arab. Proyek ini diharapkan menjadi salah satu solusi penyediaan hunian layak di kawasan perkotaan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Baca Juga: Lintasan LRT Jakarta di Atas Tol Wiyoto Wiyono Tersambung 100 Persen, Proyek Fase 1B Segera Rampung

Peluncuran hunian vertikal ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan perumahan vertikal sebagai alternatif di tengah keterbatasan lahan di perkotaan, sekaligus mendukung agenda pembangunan perumahan nasional.