Direktur Utama TIS, Revolin Simulsyah (kiri), Pendiri/Pemilik TIS, Santoso Sie (tengah), Executive VP HMN Technologies, Ma Yanfeng (kanan)

RP – Pembangunan infrastruktur digital kini tak lagi sekadar soal telekomunikasi, melainkan telah menjadi tulang punggung vital bagi sektor properti modern, khususnya sub-sektor properti industrial dan Data Center.

Merespons tingginya permintaan lahan untuk kebutuhan digital, PT Trans Indonesia Superkoridor (TIS) resmi menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk pengembangan jalur kabel laut (subsea cable) rute Jakarta–Manado. Proyek yang disebut sebagai TGCS Phase 2 ini diproyeksikan akan menjadi katalisator pertumbuhan aset digital dari wilayah Barat hingga ke Timur Indonesia.

Konektivitas: Kunci Valuasi Properti Digital

Pertumbuhan pesat properti jenis Data Center di Jakarta, Batam, dan Surabaya menuntut adanya interkoneksi yang andal. Dengan ekspansi TIS ke Manado, kawasan ini diprediksi akan menjadi hotspot baru bagi investor yang melirik pengembangan lahan untuk fasilitas server dan teknologi hyperscale.

Direktur Utama TIS, Revolin Simulsyah, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan infrastruktur Indonesia siap menampung lonjakan investasi digital.

“Kami ingin memastikan TIS tidak hanya mengikuti, tetapi memimpin pertumbuhan kebutuhan digital Indonesia,” ujar Revolin.

Mendorong Pemerataan Nilai Aset di Timur Indonesia

Pengembangan rute Jakarta–Manado ini dinilai strategis dalam mendongkrak nilai ekonomi kawasan. Dalam dunia properti, ketersediaan infrastruktur jaringan berkapasitas besar dan latensi rendah adalah faktor utama yang menaikkan nilai jual suatu kawasan industri.

Berbeda dengan infrastruktur darat (terrestrial), kabel laut membawa 99% lalu lintas data dunia. Kehadiran TGCS Phase 2 akan berfungsi sebagai jalur proteksi vital, menjamin kontinuitas layanan bagi penyewa Data Center dan pelaku bisnis digital, serta meminimalisir risiko downtime akibat gangguan di darat.

Langkah strategis TIS ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai Digital Hub properti paling menjanjikan di kawasan Asia Pasifik, sekaligus membuka gerbang investasi yang lebih lebar ke wilayah Indonesia Timur.