RP – PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Proyek ini merupakan langkah krusial dalam pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
Bekerja sama dengan tujuh BUMN Karya di bawah koordinasi Danantara, Hutama Karya menerapkan sistem kerja 24 jam nonstop dengan pembagian shifting. Langkah ini diambil guna memastikan hunian layak bagi warga terdampak dapat segera difungsionalkan pada Kamis (1/1/2026) mendatang.
Target 196 Unit Huntara untuk Warga Terdampak
Dalam proyek ini, Hutama Karya bersama BUMN Karya lainnya memfokuskan pengerjaan pada 196 unit Huntara. Progres saat ini dipusatkan pada percepatan struktur utama dan utilitas dasar.
“Kami memastikan koordinasi lapangan berjalan lancar agar hunian berkualitas dan segera siap digunakan warga,” ujar Mardiansyah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.
Setiap unit Huntara dirancang dengan konsep hunian panggung berukuran 4,5 x 4,5 meter. Pengerjaan meliputi aspek krusial seperti:
- Pemasangan fondasi dan rangka dinding.
- Pemasangan rangka atap dan lantai panggung.
- Penyelesaian pintu serta jendela.
Baca Juga: BTN Jadi Penyalur KPR Sejahtera FLPP Terbesar Nasional Sepanjang 2025
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto
Percepatan ini juga sejalan dengan agenda Presiden RI, Prabowo Subianto, yang dijadwalkan meninjau langsung lokasi Huntara pada 1 Januari 2026. Selain memantau konstruksi, Presiden direncanakan akan bertemu langsung dengan warga terdampak banjir.
Tenaga Ahli Danantara, Khairul Jasmi, mengonfirmasi bahwa kesiapan hunian menjadi prioritas utama kementerian dan lembaga terkait, termasuk BNPB dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Fasilitas Lengkap dan Pemulihan Infrastruktur
Tak hanya sekadar bangunan, kawasan Huntara ini juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang untuk menjaga kenyamanan penghuni, di antaranya:
- Dapur umum dan area cuci.
- Tempat ibadah (musala) dan sarana sanitasi.
- Instalasi listrik dan air bersih.
Di sisi lain, Hutama Karya juga melakukan rehabilitasi infrastruktur di sekitar lokasi bencana. Tim di lapangan telah mengerahkan excavator untuk membersihkan material kayu di Pesantren Darul Muklisin serta memulihkan operasional IPA Rantau dengan kapasitas 40 liter per detik guna menjamin pasokan air bersih.
Baca Juga: Pulihkan Aceh Tamiang, Hutama Karya Kerahkan Alat Berat dan Bangun 120 Huntara
Pemulihan Konektivitas di Aceh Tenggara
Selain di Aceh Tamiang, dukungan pemulihan juga menyasar Kabupaten Kutacane, Aceh Tenggara. Hutama Karya berhasil merehabilitasi Jembatan Lawe Mengkudu (36 m) dan Jembatan Penanggalan (48 m). Kini, kedua jembatan tersebut telah tersambung kembali, sehingga mobilitas warga dan distribusi logistik pascabencana dapat berjalan normal.

