Eks CEO Rumah123 Bergabung dengan AtlasGo, Perkuat Solusi AI untuk Penjualan Properti
Mantan CEO Rumah123, Wasudewan, bergabung dengan AtlasGo untuk memperkuat Properview, solusi AI sales intelligence yang membantu developer meningkatkan efektivitas pemasaran dan penjualan properti.
RubrikProperti.com – Industri properti nasional terus mengalami transformasi digital, terutama dalam aspek pemasaran dan pengelolaan prospek penjualan. Melihat kebutuhan tersebut, AtlasGo, perusahaan teknologi berbasis AI-powered sales intelligence dan customer behavior analytics, memperkuat ekspansinya dengan menggandeng mantan CEO Rumah123, Wasudewan, sebagai Co-Founder dan CEO.
Bergabungnya Wasudewan menandai langkah strategis AtlasGo dalam memperluas implementasi teknologi berbasis kecerdasan buatan di berbagai sektor, termasuk industri properti yang selama ini menghadapi tantangan dalam mengukur efektivitas pemasaran dan memahami perilaku calon pembeli secara lebih akurat.
Dengan pengalaman membangun dan mengembangkan salah satu platform properti digital terbesar di Indonesia, Wasudewan melihat masih adanya kesenjangan antara besarnya investasi pemasaran yang dikeluarkan perusahaan dengan hasil penjualan yang dapat diukur secara nyata.
“AtlasGo lahir dari sebuah kesenjangan yang terlalu lama dibiarkan. Perusahaan-perusahaan besar menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah untuk marketing di berbagai saluran. Namun mereka tidak mampu menjawab satu pertanyaan sederhana: dari mana sebenarnya lead terbaik mereka datang? Saya bergabung karena saya percaya AtlasGo adalah jawaban yang sudah lama ditunggu industri ini,” ujar Wasudewan, Co-Founder & CEO AtlasGo.
Baca Juga: Kementerian PKP Kebut Program Bedah Rumah, Targetkan Pelaksanaan Fisik Rampung Oktober
Saat ini AtlasGo mengembangkan dua produk utama, yakni Properview untuk sektor properti dan Dealerview untuk industri otomotif. Melalui Properview, developer dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku calon konsumen sebelum berinteraksi langsung dengan tim penjualan.
Platform tersebut mengintegrasikan teknologi AI, analytics, virtual experience, dan sales intelligence dalam satu ekosistem yang memungkinkan perusahaan mengidentifikasi minat konsumen, mengukur efektivitas kanal pemasaran, hingga meningkatkan kualitas prospek yang diteruskan kepada tim sales.
Menurut Wasudewan, pendekatan berbasis data menjadi semakin penting seiring perubahan perilaku konsumen yang kini melakukan sebagian besar proses pencarian informasi secara digital sebelum mengambil keputusan pembelian properti.
“Banyak perusahaan masih kesulitan menghubungkan aktivitas marketing dengan hasil penjualan yang sesungguhnya. Kami ingin membantu perusahaan memahami perjalanan konsumen secara lebih utuh sehingga setiap investasi pemasaran dapat diukur dan dioptimalkan,” katanya.
Selain memperkuat implementasi Properview di sektor properti, AtlasGo juga memperluas pemanfaatan teknologinya melalui Dealerview yang ditujukan bagi industri otomotif. Dalam momentum yang sama, AtlasGo menandatangani kerja sama strategis dengan Sun Motor Mitsubishi sebagai salah satu implementasi awal Dealerview di Indonesia.
Melalui kerja sama tersebut, Dealerview akan menghadirkan virtual showroom interaktif, sistem buyer intent tracking, lead management dashboard, sales attribution, serta AI Assistant yang dirancang untuk membantu produktivitas tim penjualan.
David Kusnadi, Co-Founder & CTO AtlasGo, menjelaskan bahwa teknologi yang dikembangkan perusahaan bertujuan membantu tenaga pemasar bekerja lebih efektif dengan dukungan data dan kecerdasan buatan.
“Bayangkan Anda memiliki seorang analis data, manajer CRM, dan Product Knowledge Expert yang bekerja 24 jam sehari untuk setiap tenaga pemasar Anda. Mereka tidak pernah lupa follow up, tidak pernah salah menyebut spesifikasi, dan selalu tahu persis di mana posisi setiap calon pembeli dalam perjalanan keputusannya,” ujar David.
Baca Juga: Analisis Colliers: Dampak Kenaikan Suku Bunga BI Terhadap KPR dan Pasar Properti
Bagi AtlasGo, kerja sama dengan Sun Motor Mitsubishi menjadi bukti bahwa pendekatan AI sales intelligence tidak hanya relevan untuk industri properti, tetapi juga dapat diterapkan pada berbagai sektor yang memiliki proses penjualan kompleks.
Ke depan, perusahaan berencana memperluas ekosistem teknologinya ke berbagai industri lain dengan fokus pada pengembangan kapabilitas AI, mulai dari buyer intent prediction hingga automated sales coaching.
“Kami tidak membangun tools. Kami membangun teknologi yang membuat setiap rupiah yang diinvestasikan perusahaan dalam proses penjualan dapat diukur, dioptimalkan, dan menghasilkan konversi yang tinggi,” tutup Wasudewan.
