Dukung Pendidikan Santri, Menteri PKP Resmikan Rumah Susun Yayasan Nur Ilmi Prawira di Subang
Menteri PKP Maruarar Sirait resmikan Rumah Susun Yayasan Nur Ilmi Prawira di Subang. Berkapasitas 82 santri, fasilitas lengkap untuk dukung dunia pendidikan.
Foto: Dok. Kementerian PKP
RubrikProperti.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meresmikan Rumah Susun Yayasan Nur Ilmi Prawira yang diperuntukkan secara khusus bagi santriwan dan santriwati di Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Senin (5 Oktober 2026).
Peresmian ini menjadi manifestasi nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur hunian yang layak, sehat, dan nyaman guna menunjang akses pendidikan para generasi muda bangsa di lingkungan pesantren.
Pembangunan rumah susun vertikal ini dipercayakan kepada Yayasan Nur Ilmi Prawira sebagai penerima bantuan aset negara, yang diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi para santri selama menimba ilmu.
Baca Juga: Anggaran Rp1,52 Triliun Disiapkan, Pemerintah Kebut Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan
Spesifikasi dan Kapasitas Rusun Santri
Berdasarkan data teknis, rumah susun multifungsi ini dibangun dalam format dua lantai dengan total kapasitas hunian mencapai 82 orang. Adapun rincian fisik bangunan meliputi:
- Luas Lahan: ± 1.508 meter persegi.
- Luas Bangunan: ± 576,8 meter persegi.
- Kapasitas Lantai Dasar: Menampung 36 orang penghuni, dilengkapi tambahan 2 unit tempat tidur single.
- Kapasitas Lantai Dua: Menampung 44 orang penghuni.
Proses konstruksi fisik rumah susun ini dikerjakan secara bertahap sepanjang tahun 2024 hingga 2025, dan kini telah berdiri kokoh serta siap dimanfaatkan sepenuhnya oleh para santriwan dan santriwati Yayasan Nur Ilmi Prawira.
Di sela-sela peresmian, Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyempatkan diri meninjau ruang demi ruang serta berdialog langsung dengan para santri penghuni guna mendengarkan testimoni dan masukan terkait kualitas bangunan.
Para santri menyampaikan bahwa kondisi fasilitas rusun sangat memadai. Pasokan air bersih mengalir lancar dengan temperatur normal, sementara struktur bangunan terpantau kokoh tanpa ada tanda-tanda keretakan maupun kebocoran.
Menanggapi laporan positif tersebut, menteri yang akrab disapa Menteri Ara ini tetap berpesan agar para penghuni tidak ragu melapor jika di kemudian hari menemukan kendala teknis.
“Kalau ada kendala seperti atap bocor, tolong segera dikabari ya, nanti langsung kita perbaiki secepatnya,” ujar Maruarar ramah kepada para santri.
Baca Juga: Sasar Permukiman Padat, Ritel NEKA Hadir di Semarang, Cirebon, Surakarta, dan Lampung
Fasilitas Pendukung yang Memadai
Selain kamar tidur yang nyaman, rumah susun ini telah dilengkapi dengan ragam fasilitas pendukung untuk menjamin kebersihan dan aktivitas harian para santri, di antaranya:
- Ruang pengelola khusus.
- Kamar mandi komunal yang bersih.
- Ruang tempat wudhu yang representatif.
- Area khusus cuci dan jemur pakaian.
- Balkon luar ruangan.
Letak geografis rumah susun yang berdiri sangat dekat dengan kompleks sekolah juga memberikan nilai tambah tersendiri, karena sangat memudahkan mobilitas harian para santri dalam menjalani aktivitas belajar-mengajar.
Kehadiran infrastruktur hunian ini diharapkan mampu memberikan standar hidup yang lebih layak, aman, dan kondusif bagi ekosistem pendidikan di Yayasan Nur Ilmi Prawira. Ke depannya, Kementerian PKP akan terus konsisten menggenjot pembangunan hunian vertikal bagi lembaga-lembaga pendidikan keagamaan di berbagai penjuru nusantara.
