Kabar Baik! Konstruksi Rel LRT Velodrome–Manggarai Rampung 100 Persen
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kesiapan fisik dan operasional LRT rute Velodrome–Manggarai. Beroperasi penuh dari Kelapa Gading hingga Manggarai dalam 28 menit, proyek ini siap diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Foto: Dok. Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta
RubrikProperti.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Protokol Istana meninjau langsung kesiapan operasional LRT Jakarta rute Velodrome–Manggarai, Senin (24 Agustus 2026).
Peninjauan strategis ini menjadi bagian dari inspeksi dan pengecekan tahap akhir, sebelum LRT rute tersebut diresmikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan beroperasi penuh melayani masyarakat ibu kota.
Gubernur Pramono mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan lapangan dan laporan yang diterimanya, pembangunan LRT Jakarta rute Velodrome–Manggarai telah resmi memasuki tahap akhir. Pekerjaan konstruksi utama, termasuk pembangunan rel dan struktur jalur layang, telah rampung sepenuhnya.
“Secara keseluruhan untuk pembangunan ataupun penyelesaian LRT ini, hal pertama yang berkaitan dengan rel dan juga jalur layang sudah selesai 100 persen,” ujar Pramono di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan.
Menurutnya, tahapan krusial yang masih berlangsung saat ini adalah sertifikasi dan pengujian oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. Pengujian kelayakan ini menjadi syarat wajib sebelum LRT Jakarta rute Velodrome–Manggarai diizinkan beroperasi secara komersial.
Baca Juga: Groundbreaking Hunian Manggarai, Hashim Pastikan MBR Dapat Sertifikat Tanah Gratis dari Pemerintah
Hingga hari ini, progres fisik secara keseluruhan untuk proyek LRT Jakarta rute Velodrome–Manggarai telah mencapai 98,20 persen. Setelah diresmikan kelak, LRT Jakarta akan beroperasi penuh mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Pihak Pemprov DKI Jakarta sendiri telah mengusulkan tanggal 26 Agustus 2026 sebagai jadwal peresmian, dengan waktu pelaksanaan yang akan menyesuaikan agenda Presiden Prabowo Subianto.
Secara teknis, kehadiran rute baru ini mencatatkan sejumlah spesifikasi penting:
- Panjang Lintasan: Bertambah menjadi total 12,2 kilometer.
- Jumlah Stasiun: Terdiri dari 11 stasiun pemberhentian.
- Waktu Tempuh: Kelapa Gading menuju Manggarai hanya sekitar 28 menit.
- Nilai Investasi: Mencapai Rp12,1 triliun.
Gubernur Pramono memproyeksikan, jumlah penumpang pada tahap awal pengoperasian rute baru ini dapat menembus 60.000 hingga 80.000 orang per hari. Kehadiran rute ini akan semakin memperkuat peran LRT sebagai salah satu tulang punggung (backbone) transportasi publik warga Jakarta.
“Kalau sudah tersambung dari Kelapa Gading sampai dengan Manggarai, kurang lebih ada 60 sampai 80 ribu penumpang di tahap-tahap awal. Jika ini sudah tersambung penuh, maka secara keseluruhan LRT yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta resmi menjadi backbone utama untuk mengatur pergerakan transportasi kota,” ungkapnya.
Tarif Flat dan Fasilitas Disabilitas
Untuk mendukung masa transisi dan pengenalan rute kepada masyarakat, tarif LRT akan ditetapkan secara flat sebesar Rp5.000 hingga Oktober 2026, sembari menunggu penetapan tarif resmi bersama DPRD DKI Jakarta. Pemprov DKI juga tengah menyiapkan kemungkinan skema tarif khusus selama masa peresmian.
Selain persoalan tarif, aspek aksesibilitas juga menjadi perhatian utama. Dalam rangkaian uji coba sebelumnya, Pemprov DKI telah melibatkan 15 kelompok masyarakat yang mendapatkan kesempatan menjajal layanan ini secara gratis. Seluruh fasilitas untuk naik dan turun kereta juga telah disiapkan sedemikian rupa agar ramah dan mudah diakses oleh penyandang disabilitas.
Baca Juga: Permudah Akses Rumah Subsidi, PKP dan Bank Mandiri Mantapkan Ekosistem Pembiayaan Perumahan
Simpul Integrasi Antarmoda di Manggarai
Nilai tambah terbesar dari proyek ini adalah disiapkannya Stasiun LRT Manggarai sebagai simpul raksasa integrasi transportasi. Layanan LRT ini akan terhubung langsung dengan halte Transjakarta, stasiun KRL Commuter Line, dan Kereta Api Bandara. Integrasi mulus ini diharapkan dapat memperkuat perpindahan perilaku masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, menjelaskan bahwa proses penyambungan akses langsung antara stasiun LRT dan kawasan Stasiun Manggarai masih terus dikebut. Hal ini mencakup penyelesaian aspek legal terkait penggunaan lahan milik PT KAI. Integrasi fisik tersebut ditargetkan sudah dapat dinikmati publik pada September 2026.
“Integrasi tiga moda ini sebenarnya sudah terjalin, dan akses direct-nya dari Stasiun Manggarai ke sini sedang kami proses bersama pihak KAI. Dalam bulan September sudah selesai dan bisa dioperasikan secara penuh,” papar Iwan.
Sementara itu, Direktur Keselamatan Perkeretaapian dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Jumardi, menegaskan bahwa integrasi yang baik secara otomatis akan meningkatkan permintaan masyarakat terhadap layanan LRT.
“Kalau Stasiun LRT Manggarai sudah terintegrasi rapi dengan stasiun KRL dan kereta jarak jauh di sana, maka itu akan drive demand dengan sendirinya,” tuturnya.
Jumardi optimistis, jumlah pengguna transportasi di simpul Manggarai berpotensi meledak signifikan seiring dengan penguatan integrasi dan layanan akses first mile–last mile. Dalam hitungan jangka panjang, pergerakan mobilitas di kawasan tersebut diproyeksikan sanggup mencapai 1,8 juta penumpang per hari apabila integrasi antarmoda dilakukan secara optimal.
