Dari Monash University hingga Layanan Medis Global, Ini Deretan Tenant Unggulan di D-HUB SEZ
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB SEZ di BSD City sukses menarik investasi sebesar Rp1,4 triliun. Menghadirkan 25 tenant global lintas sektor, kawasan ini siap menjadi pusat inovasi baru di Indonesia.
RubrikProperti.com – KEK ETKI (Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional) Banten atau yang lebih dikenal dengan D-HUB Special Economic Zone (SEZ) di BSD City terus memperkuat posisinya sebagai kawasan ekonomi berbasis inovasi yang menghadirkan standar global lebih dekat ke Indonesia.
D-HUB SEZ dikembangkan sebagai ekosistem terintegrasi yang menghubungkan sektor kesehatan, edukasi, teknologi, dan ekonomi kreatif dalam satu kawasan smart city BSD City. Kehadirannya mampu menciptakan peluang bisnis yang kompetitif sekaligus berdampak positif bagi masyarakat sekitar.
Melalui konsep besar “The Future, Closer to Home”, D-HUB SEZ berupaya menghadirkan berbagai layanan, institusi, dan peluang kelas dunia yang sebelumnya hanya bisa diakses di luar negeri agar kini dapat dinikmati lebih dekat oleh masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Dukung Kemudahan Izin dan Investasi Asing, Sinar Mas Land Sabet Penghargaan dari Pemkab Tangerang
D-HUB sebagai Ekosistem Terintegrasi
Chief Operating Officer D-HUB SEZ, Lindawaty Chandra, mengatakan, “D-HUB SEZ kami bangun bukan hanya sebagai kawasan investasi, tetapi juga sebagai ekosistem terintegrasi yang mempertemukan institusi berstandar internasional, talenta terbaik, teknologi, dan peluang ekonomi.”
Menurutnya, kehadiran 25 tenant global dan regional dalam kurun waktu setahun lebih beroperasi membuktikan daya tarik Indonesia sebagai pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi masa depan. D-HUB SEZ hadir untuk mewujudkan tujuan utama KEK di Indonesia, yakni menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mendorong pemerataan pembangunan.
“Kami konsisten mendukung pemerintah dalam membuka akses layanan kesehatan, pendidikan, dan teknologi berkualitas tinggi yang accessible dan inklusif. Kami juga berkomitmen untuk memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata melalui penciptaan lapangan kerja berkualitas serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia,” terang Lindawaty.
Tercatat, hingga pertengahan 2026, sebanyak 1.736 lapangan kerja telah terserap di dalam ekosistem D-HUB SEZ, yang menjadi fondasi penting dalam pengembangan ekonomi regional maupun nasional.
Baca Juga: Dedikasi pada Lingkungan, BSD City Sediakan 30 Persen Lahan untuk Ruang Terbuka Hijau
Berbagai Tenant Multisektor di D-HUB SEZ
Sebagai KEK pertama di Jabodetabek yang berfokus pada pengembangan ekosistem berbasis pengetahuan dan layanan bernilai tambah tinggi, D-HUB SEZ saat ini telah menghadirkan deretan tenant dari empat sektor strategis yang saling terintegrasi dan memperkuat daya saing kawasan.
Pada sektor kesehatan, D-HUB SEZ menghadirkan berbagai institusi kesehatan dan layanan medis internasional seperti ATOP Plastic Surgery, Alpha IVF, Morula IVF, Miracell, StemCord, Kaiser Clinic, FS Regenera, Seoul Jakarta Plastic Surgery, Genetron Health, Lifelink Clinic, dan Increase.
Kehadiran para tenant tersebut kian memperkuat positioning kawasan sebagai pusat layanan kesehatan berstandar global. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk mengakses layanan fertilitas, kesehatan perempuan, stem cell, estetika, hingga penanganan kanker tanpa harus bepergian jauh ke luar negeri.
Di sektor edukasi, D-HUB SEZ telah menjadi rumah bagi institusi pendidikan bertaraf internasional seperti Monash University, BINUS ASO School of Engineering, dan Fuji Academy. Kehadiran institusi ternama tersebut tidak hanya memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas global, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan dan upskilling guna menghasilkan talenta berkualitas yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan.
Sementara itu, pada sektor teknologi, D-HUB SEZ menghadirkan tenant seperti APG (Data Center & Digital Infrastructure), Commsult (Enterprise Software Development), dan One Smart Services. Ketiganya berperan krusial dalam memperkuat infrastruktur digital, pengembangan teknologi, dan implementasi konsep smart city.
Adapun pada sektor ekonomi kreatif, kehadiran tenant seperti Social Bread dan Nex Entertainment turut memperkaya ekosistem kawasan dengan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, industri digital, serta pengembangan talenta kreator lokal.
Sejak ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten oleh Pemerintah Republik Indonesia pada Oktober 2024 hingga Kuartal I 2026, D-HUB SEZ telah sukses mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp1,4 triliun.
Melalui pengembangan ekosistem yang terintegrasi, dukungan infrastruktur yang memadai, serta kehadiran tenant-tenant unggulan dari berbagai sektor strategis, D-HUB SEZ siap menjadi gerbang investasi berkualitas sekaligus katalis pertumbuhan ekonomi baru yang mendukung transformasi Indonesia menuju ekonomi berbasis inovasi dan pengetahuan.
