RubrikProperti.com – PT Perintis Triniti Properti Tbk (IDX: TRIN) atau TRINLAND memberikan penjelasan terkait laporan keuangan Kuartal I 2026 yang mencerminkan fase transisi pengakuan pendapatan. Hal ini terjadi karena proses serah terima unit kepada konsumen baru akan mulai terealisasi secara masif pada periode berikutnya.
Meski demikian, indikator pertumbuhan Perseroan tetap solid. Hal ini terlihat dari raihan marketing revenue (pendapatan pemasaran) yang mencapai Rp142 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut membuktikan tingginya minat pasar terhadap proyek-proyek TRINLAND serta efektivitas strategi pemasaran yang dijalankan.
Faktor Timing dan Dampak PSAK 115
Manajemen menjelaskan bahwa rendahnya pendapatan yang tercatat pada awal tahun ini murni disebabkan oleh faktor timing akuntansi. Berdasarkan standar PSAK 115 (dahulu PSAK 72), pendapatan baru dapat diakui secara resmi setelah unit properti diserahterimakan kepada pembeli. Dengan demikian, penjualan besar yang telah diraih di Kuartal I belum bisa dicatat sebagai pendapatan dalam laporan keuangan berjalan.
Baca Juga: TRINLAND Gandeng PERUMDA AM Way Rilau, Pastikan Fasilitas Air Bersih di Holdwell Business Park
Direktur Keuangan TRINLAND, Gregorius Seloko Uyanto, menegaskan, “Kinerja Kuartal I lebih merefleksikan faktor timing pengakuan pendapatan, bukan pelemahan penjualan. Unit-unit yang telah terjual saat ini sedang dalam proses penyelesaian akhir dan dijadwalkan mulai diserahterimakan pada Semester II 2026.”
Seiring dengan masuknya sejumlah proyek utama ke tahap akhir konstruksi, pengakuan pendapatan diproyeksikan akan meningkat secara signifikan pada paruh kedua tahun ini.
Lonjakan Laba Bersih dan Efisiensi Operasional
Di sisi lain, TRINLAND menunjukkan perbaikan fundamental yang luar biasa dari sisi efisiensi. Perseroan mencatatkan penurunan beban pokok penjualan secara drastis sebesar 97,6%, menjadi Rp2,5 miliar dari sebelumnya Rp105 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Keberhasilan efisiensi ini mendorong peningkatan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 62,3%, naik menjadi Rp2,3 miliar (dibandingkan Rp1,4 miliar pada Kuartal I 2025).
Gregorius menambahkan bahwa fundamental bisnis Perseroan tetap kuat dengan pipeline proyek yang berjalan sesuai jadwal. “Serah terima unit akan menjadi katalis utama kinerja keuangan kami di kuartal-kuartal berikutnya,” ungkapnya.
Optimisme Perseroan terhadap pertumbuhan di tahun 2026 juga didukung oleh tren positif pada proyek-proyek unggulan yang sedang berjalan (ongoing), antara lain:
- Sequoia Hills di Sentul
- Collins Boulevard (Tower 2) di Tangerang
- Holdwell Business Park di Lampung
- Marc’s Boulevard di Batam
Baca Juga: TRINLAND Teken MoU Akuisisi Prime Land, Perkuat Ekspansi ke Sektor Hospitality
Selain proyek residensial dan komersial, rencana pengembangan data center dan sektor hospitality yang dicanangkan TRINLAND juga terus menarik perhatian serius dari para investor. Dengan backlog penjualan yang terus bertambah, Perseroan yakin bahwa Semester II 2026 akan menjadi periode pertumbuhan yang jauh lebih kuat bagi TRINLAND.
