RubrikProperti.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Bank Central Asia (BCA) dalam memperluas akses hunian bagi masyarakat. Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan akad massal KPR Sejahtera BCA bersama Vista Land Group di Perumahan Puri Harmoni Indah, Serang, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan ini menandai akad kredit bagi 51 unit rumah yang tersebar di tiga lokasi strategis: Puri Harmoni Indah (Serang), Grand Harmoni Indah (Cileungsi), dan Puri Harmoni Cikasungka (Tangerang). Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi sektor swasta dalam mendukung program perumahan nasional, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga: Sinergi Menteri PKP, ATR/BPN, dan Mendagri Hadirkan Kepastian Tata Ruang Perumahan
Dukungan KPR BCA untuk Program 3 Juta Rumah
Dalam sambutannya, Menteri PKP yang akrab disapa Menteri Ara menekankan pentingnya keterlibatan perbankan swasta dalam menyediakan hunian layak. “Kami mengapresiasi BCA yang turut membantu masyarakat melalui skema pembiayaan terjangkau. Ini adalah contoh nyata dukungan terhadap program perumahan nasional agar lokasi hunian tetap terjangkau dan dekat dengan fasilitas publik,” ujar Menteri Ara.
Direktur Utama BCA, Hendra Lembong, menjelaskan bahwa KPR Sejahtera merupakan komitmen bank dalam mendukung target pembangunan tiga juta rumah. Skema yang ditawarkan sangat kompetitif dan serupa dengan fasilitas FLPP, yakni suku bunga tetap 5 persen dan uang muka (down payment) hanya 1 persen.
“Kami memberikan subsidi di bidang perumahan menggunakan dana BCA. Kerja sama dengan pengembang seperti Vista Land Group sangat penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan hunian dengan kualitas yang baik dan layak huni,” tambah Hendra.
Kepemilikan Rumah untuk Sektor Informal dan UMKM
Keunggulan utama dari program ini adalah inklusivitasnya bagi pekerja sektor informal atau yang tidak memiliki penghasilan tetap (non-fixed income). Esther Kristiany Hadi, Direktur Vista Land Group, menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi menghadirkan ribuan unit rumah berkualitas bagi masyarakat kecil.
Manfaat ini dirasakan langsung oleh Syahria, seorang pedagang warung yang kini resmi memiliki rumah sendiri. “Saya sangat bersyukur. Walaupun tidak punya penghasilan tetap, prosesnya mudah dan rumahnya nyaman untuk anak-anak saya,” ungkapnya haru.
Senada dengan Syahria, Rifky yang berprofesi sebagai pelaku usaha odong-odong, mengaku awalnya ragu bisa mengajukan KPR tanpa slip gaji. “Ternyata bisa meski tanpa slip gaji. Dengan cicilan sekitar Rp1,3 juta per bulan selama 15 tahun, saya sekarang punya kepastian tempat tinggal. Terima kasih kepada Presiden dan BCA yang sudah membantu masyarakat kecil seperti kami,” kata Rifky.
Menteri Ara menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden agar negara hadir bagi seluruh lapisan masyarakat. Kepemilikan rumah kini tidak lagi terbatas bagi mereka yang memiliki gaji tetap, namun juga harus memfasilitasi pelaku UMKM dan pekerja sektor informal melalui skema pembiayaan yang inklusif. Melalui sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang, diharapkan akses terhadap rumah layak huni akan semakin merata di seluruh Indonesia.

