RP – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa sektor pertanahan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah Provinsi DKI Jakarta melalui Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Pada 2025, realisasi BPHTB di DKI Jakarta tercatat mencapai Rp3,9 triliun.
Hal tersebut disampaikan Menteri Nusron usai menyerahkan 3.922 sertipikat tanah aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Masjid Raya K.H. Hasyim Asy’ari, Jumat (13/02/2026).
“Kami sampaikan kepada Bapak/Ibu sekalian, transaksi tanah di Jakarta ini luar biasa. Kontribusi ATR/BPN terhadap pendapatan daerah dalam bentuk BPHTB tahun 2025 sebesar Rp3,9 triliun,” ujar Menteri Nusron.
Baca Juga: Serahkan 3.922 Sertipikat Aset Pemprov DKI, Menteri Nusron: Selamatkan Aset Negara Rp102 Triliun
Lebih dari 10% Kontribusi Nasional
BPHTB merupakan pajak yang dibayarkan masyarakat saat melakukan transaksi jual beli atau perolehan hak atas tanah dan bangunan. Pada 2024, pendapatan DKI Jakarta melalui BPHTB tercatat sebesar Rp3,4 triliun.
Menurut Menteri Nusron, tingginya realisasi BPHTB mencerminkan dinamika dan pertumbuhan transaksi properti di Jakarta yang sangat kuat.
“Kalau Bapak/Ibu jual beli tanah atau mengurus tanah pertama kali, itu ada bayar pajak, namanya BPHTB. Tahun 2025 ini nilainya Rp3,9 triliun. Itu uang dari hasil transaksi rumah dan tanah di Jakarta,” jelasnya.
Secara nasional, total penerimaan BPHTB pada 2025 mencapai sekitar Rp26 triliun. Dengan demikian, lebih dari 10% kontribusi BPHTB nasional berasal dari transaksi pertanahan di Jakarta.
Menteri ATR/Kepala BPN juga mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dalam menjaga aset-aset daerah.
“Saya sangat berterima kasih punya Gubernur Jakarta yang dipimpin oleh Pak Pramono Anung, yang saya kenal orangnya santun dan punya integritas tinggi. Aset-aset negara sekecil apa pun mampu dipertahankan. Ini patut kita apresiasi,” tuturnya.
Baca Juga: Living Lab Ventures Tarik Investasi Global ke Indonesia Lewat Model Kolaborasi Strategis
Sebagai informasi, 3.922 sertipikat yang diserahkan mencakup total luas tanah 563,9 hektare dengan nilai Rp102 triliun. Aset tersebut meliputi 2.837 ruas jalan; 691 gedung seperti karang taruna, balai rakyat, dan sarana olahraga; 154 sarana pendidikan; 123 taman; 69 gedung; 39 kantor kelurahan/kecamatan; serta 17 eks rumah dinas.

