INPP Alokasikan Capex Rp400 Miliar untuk Ekspansi dan Renovasi Aset Eksisting pada 2026
INPP mengalokasikan capex Rp400 miliar pada 2026 yang difokuskan untuk ekspansi terbatas serta renovasi dan intensifikasi aset eksisting guna menjaga pertumbuhan bisnis 20–30 persen.
RP – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP/Paradise Indonesia) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp400 miliar yang akan difokuskan pada ekspansi terbatas serta renovasi dan intensifikasi aset eksisting. Strategi ini sejalan dengan upaya perseroan menjaga pertumbuhan kinerja double digit yang berkelanjutan.
Direktur INPP Surina mengatakan, alokasi capex tahun ini lebih selektif dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1 triliun. Penurunan tersebut disebabkan rampungnya sejumlah proyek besar, seperti pengembangan Antasari Place dan proyek di Semarang.
“Capex tahun lalu sekitar Rp1 triliun karena kami banyak membangun proyek baru. Untuk tahun ini sekitar Rp400 miliar yang akan difokuskan untuk ekspansi dan renovasi produk eksisting,” ujar Surina.
Baca Juga: Paradise Indonesia Bidik Pertumbuhan Double Digit Lewat Intensifikasi Aset dan Ekspansi Kota Besar
Fokus pada aset yang sudah beroperasi dinilai lebih efektif dalam mendorong profitabilitas, terutama karena mampu meningkatkan recurring income tanpa perlu akuisisi lahan baru dalam skala besar.
Intensifikasi Aset Dorong Pertumbuhan 20–30 Persen
Presiden Direktur dan CEO INPP Anthony Prabowo Susilo menegaskan bahwa strategi capex tahun ini diarahkan untuk memaksimalkan potensi aset yang sudah ada melalui intensifikasi. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain penambahan fasilitas, perluasan area komersial, serta peningkatan kualitas layanan di segmen perhotelan dan ritel.
Salah satu contoh intensifikasi aset adalah perluasan 23 Paskal Bandung yang meningkatkan net leasable area (NLA) hingga 20 persen, seiring tingginya permintaan tenant dengan waiting list mencapai dua hingga tiga tahun. Selain itu, INPP juga melakukan penambahan meeting room di FX Sudirman serta pengembangan fasilitas spa di hotel Sheraton dengan penambahan sayap khusus.
Menurut Anthony, pendekatan ini berbeda dengan strategi ekspansi lahan agresif yang dilakukan sebagian pengembang. Dengan memaksimalkan aset eksisting, perseroan dapat menjaga efisiensi modal sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan berulang.
Baca Juga: Mengintip Antasari Place: Hunian Elit Modern di Jantung Jakarta Selatan
Dengan strategi capex yang lebih terarah tersebut, INPP optimistis mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja sebesar 20–30 persen pada tahun berjalan. Hingga September 2025, pendapatan perseroan tercatat mencapai Rp1,3 triliun, dengan kontribusi utama berasal dari segmen komersial dan perhotelan yang memiliki karakter recurring income kuat.
