RP – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bergerak cepat menangani dampak bencana di Provinsi Sumatera Barat. Melalui Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman, pemerintah segera melaksanakan groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan 600 unit Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak.
Langkah ini menjadi bukti kehadiran negara dalam memastikan pemulihan sektor perumahan berjalan cepat, terencana, dan memberikan kepastian tempat tinggal yang layak bagi para korban.
Konsep Huntap Gotong Royong
Direktur Jenderal Kawasan Permukiman, Fitrah Nur, menegaskan bahwa pembangunan Huntap merupakan strategi utama percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Menurutnya, proses ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, kementerian terkait, dan masyarakat.
“Pembangunan hunian tetap ini berkonsep Gotong Royong. Tidak hanya berorientasi pada penyediaan rumah, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan, ketahanan terhadap bencana, serta kelengkapan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU),” ujar Fitrah Nur dalam keterangan resminya.
Fitrah menambahkan, kelengkapan fasilitas tersebut krusial agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas secara normal dan memulihkan kondisi ekonomi mereka.
Baca Juga: Akses Jalan Terhambat, PLN Gerak Cepat Pulihkan Listrik di Aceh Tengah
Standar Teknis dan Transparansi
Kementerian PKP menjamin pembangunan 600 unit Huntap ini akan dilaksanakan sesuai standar teknis bangunan tahan gempa dan tepat sasaran. Prinsip transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas dalam setiap tahap pengerjaan. Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat demi memastikan proyek selesai sesuai target waktu yang ditetapkan nantinya.
Data Kerusakan Rumah di Sumatera Barat
Urgensi pembangunan ini didasari oleh data kerusakan yang cukup masif. Berdasarkan data yang dihimpun per tanggal 30 Desember 2025, tercatat sebanyak 3.387 unit rumah di Provinsi Sumatera Barat mengalami kerusakan, baik kategori berat maupun ringan.
Dengan dimulainya pembangunan 600 unit Huntap tahap awal ini, Kementerian PKP berharap warga terdampak bisa segera menempati hunian yang aman dan bermartabat, sebagai fondasi bangkitnya kehidupan sosial masyarakat Sumatera Barat.

