Foto: Dok. Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta

RP – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai penataan kawasan Kuningan sisi timur sepanjang 3,6 kilometer dengan membongkar tiang monorel yang telah mangkrak selama puluhan tahun. Pembongkaran dilakukan di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1), dan disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Gubernur ke-12 DKI Jakarta Sutiyoso, serta unsur aparat penegak hukum.

Gubernur Pramono menyampaikan bahwa pembongkaran tiang monorel menjadi penanda dimulainya penataan menyeluruh koridor Jalan HR Rasuna Said. Ia menegaskan seluruh proses dilakukan secara tertib, taat hukum, dan transparan.

“Baru saja kita melakukan groundbreaking penataan Jalan HR Rasuna Said yang ditandai dengan pemotongan tiang monorel. Penataan ini kami mulai dengan memastikan seluruh proses berjalan tertib, taat hukum, dan transparan,” ujarnya.

Baca Juga: Pembangunan Jalan 1B–1C di KIPP IKN Hampir Rampung, Perkuat Konektivitas Kawasan Strategis

Menurut Pramono, proses penataan telah melalui tahapan panjang dengan pendampingan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta dukungan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta guna memastikan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Terkait aset, Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan PT Adhi Karya, sementara besi hasil pembongkaran akan diserahkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan, biaya pembongkaran tiang monorel sebesar Rp254 juta merupakan bagian kecil dari total anggaran penataan kawasan senilai sekitar Rp102 miliar. Penataan mencakup perbaikan badan jalan dan saluran air, pelebaran trotoar ramah pejalan kaki dan penyandang disabilitas, penerangan jalan umum, taman, serta perlengkapan jalan lainnya.

Selain itu, akan dilakukan penyesuaian geometrik jalan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas, pembangunan halte sebagai dukungan transportasi publik terintegrasi, serta pembaruan tiang PJU dengan konsep modern.

“Penataan ini bukan hanya soal membongkar, tetapi juga memperbaiki kualitas ruang jalan agar lebih nyaman, aman, dan estetis bagi seluruh pengguna,” tutur Pramono.

Baca Juga: Gubernur Pramono Resmikan Waduk Batu Licin, Perkuat Pengendalian Banjir Jakarta Timur

Sebanyak 109 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga kawasan Hotel Grand Melia akan dibongkar secara bertahap. Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan jalan sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas di kawasan segitiga emas Jakarta, yang dikenal sebagai pusat ekonomi, bisnis, dan diplomasi dengan keberadaan 11 kantor kedutaan besar.

Sementara itu, Sutiyoso mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta dalam menyelesaikan persoalan tiang monorel yang telah lama terbengkalai.

“Selama puluhan tahun, tiang monorel ini merusak estetika kota. Keputusan untuk membongkar adalah langkah tepat karena memberi kepastian bagi Jakarta,” ujarnya.

Pekerjaan penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur dilakukan oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta secara bertahap pada malam hari tanpa penutupan jalan, dengan koordinasi bersama Dinas Perhubungan dan instansi terkait. Penataan ditargetkan rampung pada September 2026.