Samsung dan Telkom Jajaki Solusi Enterprise Terintegrasi, dari Perangkat hingga Infrastruktur Digital

Samsung Electronics Indonesia dan Telkom tandatangani MoU untuk kembangkan solusi enterprise terintegrasi, padukan perangkat, AI, dan infrastruktur digital.

01-Samsung-Electronics-Indonesia-dan-Telkom-Jajaki-Solusi-Enterprise-1000

RubrikProperti.com – PT Samsung Electronics Indonesia dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk menjajaki pengembangan solusi enterprise end-to-end. Kolaborasi ini memadukan keunggulan perangkat, keamanan, AI, dan IoT dari Samsung dengan keandalan konektivitas, infrastruktur, serta layanan digital di dalam ekosistem TelkomGroup.

Selama satu tahun masa berlaku MoU, kedua raksasa teknologi ini akan memetakan use case prioritas, menjalankan Proof of Concept (PoC), dan menyiapkan penawaran bersama bagi pelanggan bisnis lintas industri.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Vice President Director Samsung Electronics Indonesia, Lee Hun, dan VP Global Strategic Partnership & Synergy Telkom, Arfianto Ramadhian.

Kemitraan strategis ini hadir untuk menyasar tantangan klasik yang kerap dihadapi perusahaan dalam transformasi digital—yakni kerumitan ketika perangkat kerja, keamanan, konektivitas, dan cloud diperoleh dari penyedia yang berbeda dan harus diintegrasikan secara mandiri. Melalui perpaduan kekuatan kedua perusahaan, solusi terpadu ini diharapkan dapat diadopsi secara mulus oleh berbagai sektor vital, termasuk manufaktur, pendidikan, healthcare (kesehatan), pemerintahan, hingga financial services (layanan keuangan).

“Transformasi digital membutuhkan lebih dari sekadar adopsi teknologi. Perusahaan butuh ekosistem yang dapat menghubungkan perangkat, konektivitas, keamanan, dan layanan digital dalam satu solusi yang relevan. Samsung membawa kapabilitas enterprise mulai dari Galaxy Enterprise Edition dan rugged devices hingga Samsung Knox, Samsung DeX, Galaxy AI, serta IoT,” urai Head of MX Business Samsung Electronics Indonesia, Yadi Prayitno.

Ia menambahkan, bersama TelkomGroup, Samsung ingin mengeksplorasi bagaimana seluruh kapabilitas tersebut dapat diintegrasikan menjadi solusi end-to-end yang menjawab kebutuhan operasional nyata perusahaan di Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, VP Global Strategic Partnership & Synergy Telkom, Arfianto Ramadhian, menegaskan bahwa pelanggan enterprise masa kini menuntut solusi yang utuh, bukan sekadar produk yang berdiri sendiri.

“Melalui kolaborasi ini, kami menjajaki bagaimana perangkat Samsung dapat dipadukan dengan portofolio konektivitas dan infrastruktur digital TelkomGroup. MoU ini adalah titik awal. Langkah berikutnya adalah menguji use case prioritas bersama pelanggan, sehingga kolaborasi ini benar-benar menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Arfianto.

Baca Juga: Langkah Inovatif Modernland Realty (MDLN) Selesaikan Obligasi USD 280 Juta Lewat Pertukaran Landbank

Dari Pekerja Lapangan hingga Operasional Terhubung

Kedua perusahaan telah mengidentifikasi sejumlah area awal yang berpotensi kuat untuk dikembangkan menjadi solusi bersama, meliputi:

  • Digitalisasi pekerja lapangan (frontline workforce) dengan perangkat tangguh (rugged devices) yang aman dan terkelola, didukung konektivitas andal dari TelkomGroup.
  • Enterprise mobility dan pengelolaan armada perangkat dalam skala besar melalui ekosistem Galaxy Enterprise Edition dan Samsung Knox.
  • Operasional terhubung (connected operations) berbasis SmartThings/IoT, termasuk integrasi sistem pengawasan dan kontrol akses gedung.
  • Pemanfaatan Galaxy AI dan Samsung DeX untuk mendongkrak produktivitas karyawan secara harian.
  • Integrasi smart display dan digital display komersial dengan konektivitas serta layanan digital berbasis cloud.

Adapun ruang lingkup konkret untuk setiap solusi, termasuk skema kerja sama komersialnya, akan ditentukan lebih lanjut berdasarkan spesifikasi kebutuhan pelanggan dan hasil eksplorasi bersama, yang nantinya dituangkan dalam perjanjian terpisah.

Baca Juga: Puji Transformasi Digital Kementerian ATR/BPN, Warga Akui Proses Ukur Tanah Makin Cepat

Tahapan Kolaborasi dan Ekosistem yang Saling Melengkapi

Dalam menjalankan kemitraan ini, Samsung akan bertindak sebagai pendukung pengembangan solusi melalui penyediaan informasi dan materi teknis, pelatihan, demonstrasi produk, pelaksanaan Proof of Concept (PoC), hingga ragam aktivitas go-to-market.

Sementara itu, Telkom akan mengidentifikasi peluang kolaborasi strategis serta melibatkan mitra pihak ketiga yang relevan untuk mendukung penawaran solusi, co-selling, dan sales support. Pada fase go-to-market, kedua perusahaan akan bermanuver bersama dengan memanfaatkan teknologi Samsung serta jangkauan luas pelanggan enterprise TelkomGroup di seluruh penjuru Indonesia.

Kolaborasi ini mempertemukan dua ekosistem besar yang saling melengkapi. Dari sisi perangkat dan keamanan, Samsung membawa Samsung Knox yang diklaim sangat tangguh dalam mengamankan, menerapkan, mengelola, dan memantau perangkat enterprise. Secara global, Samsung Knox telah dipercaya dan digunakan oleh lebih dari 35.000 bisnis di 134 negara.

Di sisi lain, TelkomGroup menyempurnakan ekosistem tersebut dengan portofolio infrastruktur digital terkuat di Indonesia—mencakup jaringan nasional, fasilitas cloud, data center, cybersecurity, hingga managed services yang siap diandalkan oleh korporasi.