RP – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Kedua wilayah ini dinilai mencatatkan kinerja luar biasa sebagai penyalur fasilitas pembiayaan perumahan rakyat tertinggi di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri PKP, Maruarar Sirait, dalam acara sosialisasi KUR Perumahan dan Rumah Subsidi yang digelar di Kabupaten Bekasi, Jumat (21/11/2025).
Berdasarkan data yang dipaparkan, Kabupaten Bekasi tercatat sebagai tingkat kabupaten/kota dengan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) terbanyak secara nasional, yakni mencapai 11.466 unit.
Sementara itu, untuk tingkat provinsi, Jawa Barat menduduki posisi puncak sebagai penyalur FLPP terbesar dengan total 50.400 unit.
Komitmen Nyata untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Menteri Maruarar menegaskan bahwa tingginya penyerapan FLPP ini bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti tingginya kebutuhan masyarakat akan hunian terjangkau serta kesigapan pemerintah daerah dalam memfasilitasinya.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bekasi. Data penyaluran FLPP menunjukkan komitmen kuat dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat. Ini capaian yang patut dibanggakan,” ujar Maruarar.
Menurutnya, daerah yang mampu menyalurkan FLPP dalam jumlah besar merupakan motor penggerak utama bagi keberhasilan target nasional Program 3 Juta Rumah.
“Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat agar target nasional dapat dicapai secara berkelanjutan,” tambahnya.
Perkenalkan Program KUR Perumahan
Selain membahas capaian FLPP, Menteri PKP juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem perumahan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
Jika FLPP ditujukan untuk konsumen (pembeli rumah), maka KUR Perumahan hadir untuk mendukung sisi suplai atau pelaku usahanya. Program ini menyasar pelaku UMKM di sektor perumahan, toko bangunan, pengembang (developer), hingga kontraktor.
“KUR Perumahan merupakan program dukungan agar pelaku usaha dapat berkembang dengan pinjaman yang bunganya disubsidi, yakni hanya 5 persen,” jelas Maruarar.
Dengan sokongan dana murah ini, ia optimistis mata rantai industri perumahan akan semakin solid, memastikan masyarakat mendapatkan hunian yang tidak hanya tersedia, tetapi juga berkualitas.

