Foto: Pexels - Satoshi Hirayama

RP – Saat berjalan di trotoar, stasiun, atau area publik lainnya, Anda mungkin sering melihat lajur ubin berwarna kuning (atau warna kontras lainnya) dengan tekstur berpola. Ubin ini dikenal sebagai guiding block atau ubin taktil. Ini bukanlah sekadar hiasan tata kota, melainkan fasilitas krusial yang dirancang khusus untuk membantu navigasi penyandang disabilitas, terutama tunanetra.

Guiding block adalah sistem ubin dengan tekstur khusus yang berfungsi sebagai pemandu jalan bagi tunanetra. Tekstur timbul ini dapat dirasakan melalui telapak kaki atau tongkat bantu, memberikan informasi penting tentang arah jalan dan peringatan akan adanya rintangan.

Pemasangannya di fasilitas umum sangat penting untuk memberikan aksesibilitas dan kemandirian bagi penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan penglihatan.

Dua Pola Kunci: ‘Jalan’ dan ‘Berhenti’

Secara umum, guiding block memiliki dua pola utama yang diakui secara internasional. Masing-masing memiliki makna yang spesifik:

1. Pola Garis Lurus (Line Type)

Makna: JALAN / GO

• Pola ini, sering disebut Guiding Block Line Type, berbentuk garis-garis lurus dan memanjang. Ini menandakan bahwa jalur tersebut aman untuk terus dilalui. Tunanetra dapat mengikuti lajur ini untuk berjalan lurus tanpa khawatir menabrak atau salah arah.

2. Pola Titik/Bulat (Spot Type)

Makna: BERHENTI / STOP / PERINGATAN

• Pola ini (disebut Tactile Guiding Block Spot) terdiri dari bulatan-bulatan titik. Fungsinya adalah sebagai peringatan. Pola ini dipasang di titik-titik di mana pengguna harus berhenti, waspada, atau bersiap terhadap perubahan kondisi, seperti:

• Di persimpangan jalan atau area penyeberangan (zebra cross).

• Sebelum anak tangga (naik atau turun).

• Di depan pintu masuk/keluar gedung.

• Di ujung peron stasiun.

Manfaat Utama Guiding Block

Pemasangan ubin pemandu tekstur ini memiliki beberapa tujuan vital dalam tata kota dan inklusivitas:

Memberikan Navigasi yang Aman: Fungsi utamanya adalah memandu tunanetra berjalan di jalur yang aman, menghindari rintangan seperti tiang, pohon, lubang, atau perabot jalan lainnya.

Meningkatkan Aksesibilitas dan Kemandirian: Dengan adanya ubin pemandu, tunanetra dapat bepergian secara lebih mandiri dan percaya diri. Ini adalah bagian penting dari hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan akses yang setara di ruang publik.

Menambah Estetika Tata Kota (Fungsi Sekunder): Pemasangan guiding block yang rapi dengan warna kontras (biasanya kuning karena paling mudah terlihat oleh penderita low vision) juga dapat menambah nilai estetika dan keteraturan trotoar kota.

Lokasi Pemasangan Guiding Block

Untuk mendukung mobilitas semua warga, pemasangan guiding block sangat vital di area publik dengan lalu lintas pejalan kaki yang tinggi. Lokasi-lokasi ini umumnya meliputi:

• Trotoar jalan raya

• Stasiun kereta, terminal bus, dan bandara

• Halte transportasi umum

• Taman kota

• Area sekitar tangga dan lift di fasilitas umum

• Jalur di dalam gedung pemerintahan, bank, atau rumah sakit

Pentingnya Kesadaran Bersama

Keberadaan guiding block tidak akan efektif jika fungsinya terhalang. Seringkali kita melihat jalur ini terhalang oleh parkir motor, pedagang kaki lima, atau tiang yang salah penempatannya.

Oleh karena itu, kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan. Pastikan untuk tidak menghalangi jalur guiding block agar hak saudara-saudara kita penyandang tunanetra untuk bernavigasi dengan aman dan mandiri dapat terpenuhi.