Kinerja Solid di Kuartal III-2026, Pendapatan PT Indonesian Paradise Property Tbk Tembus Rp1,3 Triliun
Laba bersih PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) tembus Rp170 miliar pada Kuartal III-2026. Recurring income dominasi 75 persen dari total pendapatan.
RubrikProperti.com – Emiten properti PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP:IJ), atau yang lebih dikenal luas sebagai Paradise Indonesia, sukses mencatatkan kinerja keuangan yang positif hingga akhir September 2026.
Stabilitas bisnis perseroan tecermin kuat dari kontribusi pendapatan berulang (recurring income) yang mendominasi hingga lebih dari 75 persen dari total pendapatan perseroan, yang menyentuh angka Rp1,3 triliun.
Pertumbuhan fundamental ini turut beriringan dengan capaian laba bersih perusahaan yang menembus angka Rp170 miliar pada periode yang sama.
Baca Juga: Kebut Program 3 Juta Rumah, Kementerian PKP Ajak Bank Swasta dan BPD Salurkan KUR Perumahan
Kontribusi Lintas Segmen Bisnis
Kinerja cemerlang perseroan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini ditopang kuat oleh diversifikasi lini bisnis utama. Berikut adalah rincian kinerja dari tiap segmen:
- Segmen Komersial: Tampil sebagai motor penggerak utama dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap total pendapatan. Segmen ini tumbuh gemilang sekitar 25 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi lebih dari Rp521 miliar. Pertumbuhan ini dipicu oleh strategi pengembangan mal skala menengah (mid-sized malls), diversifikasi penyewa (tenant), dan fokus membidik specialty tenants untuk kelas menengah ke atas.
- Segmen Perhotelan (Hospitality): Menyusul di posisi kedua dengan menyumbang pertumbuhan lebih dari 3,5 persen YoY menjadi sekitar Rp473 miliar.
- Segmen Penjualan Properti (Property Sales): Berhasil mencatatkan kontribusi stabil di kisaran Rp310 miliar terhadap total pendapatan perseroan.
Wakil Presiden Direktur & CFO Paradise Indonesia, Surina, menegaskan bahwa keseimbangan portofolio ini adalah fondasi ketahanan finansial perseroan.
“Diversifikasi portofolio bisnis menjadi kunci INPP dalam menjaga kinerja yang solid. Segmen komersial dan hospitality bertindak sebagai penopang recurring income, sementara property sales hadir sebagai penggerak akselerasi pengembangan bisnis,” jelas Surina.
Baca Juga: Menteri PKP Perkuat Koordinasi dengan Bupati dan Wali Kota demi Percepatan Bantuan Rumah Layak
Peningkatan Utilisasi Aset dan Ekspansi Baru
Selain didorong oleh lini bisnis utama, raihan laba bersih perseroan juga disokong oleh optimalisasi utilisasi aset properti yang telah beroperasi. Hal ini terlihat dari peningkatan EBITDA sekitar 9,3 persen YoY (tumbuh lebih dari Rp36 miliar), yang mencerminkan perbaikan signifikan pada tingkat profitabilitas operasional di tengah pendapatan yang stabil.
Memasuki usia ke-24 dalam perjalanan bisnisnya, INPP terus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui langkah ekspansi yang konsisten. Sepanjang tahun ini, perseroan sukses menambah aset melalui peresmian 23 Semarang Shopping Center pada Semester I-2026.
Di wilayah timur, INPP juga tengah mengebut pengembangan Fase I kompleks komersial 88 Plaza di Balikpapan, dengan progres penjualan (sales) yang telah menyentuh angka 50 persen hingga akhir September 2026.
Ke depan, perseroan berkomitmen untuk terus menyelaraskan agenda ekspansi, revitalisasi daya saing aset lama, dan penguatan diversifikasi.
“Melalui strategi tersebut, INPP berkomitmen mempertahankan kinerja operasional yang solid sekaligus menciptakan nilai investasi jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas manajemen.
