Kawal Konektivitas IKN, WIKA Targetkan Infrastruktur Lingkar Sepaku Rampung Juni 2027
WIKA pacu pembangunan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku di IKN. Progres capai 85,75 persen, target rampung Juni 2027 dengan inovasi konstruksi canggih.
Foto: Dok. WIKA
RubrikProperti.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus memacu percepatan penyelesaian pembangunan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku yang berada tepat di Jantung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN).
Berdasarkan laporan operasional hingga 13 September 2026, progres pembangunan proyek strategis yang dikerjakan oleh WIKA ini telah menembus angka 85,75 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 22 Juni 2027 mendatang.
Proyek krusial ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pengembangan infrastruktur kawasan IKN yang dirancang untuk memperkuat konektivitas, serta mendukung kelancaran mobilitas logistik antarkawasan. Pembangunan infrastruktur yang terintegrasi ini juga sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan.
Dalam paket proyek Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku 4 ini, WIKA menangani sejumlah lingkup pekerjaan raksasa, yang meliputi:
- Pembangunan terowongan utilitas bawah tanah atau Multi Utility Tunnel (MUT) sepanjang kurang lebih 14 kilometer.
- Perkerasan jalan dengan total panjang penanganan mencapai sekitar 11 kilometer.
- Pembangunan infrastruktur jembatan di 5 titik lokasi berbeda.
- Pemasangan gorong-gorong baja (box culvert) di 16 lokasi.
Hingga saat ini, sejumlah tahapan utama telah berhasil diselesaikan, di antaranya pekerjaan jembatan, struktur bawah MUT, dan box culvert. Fokus pekerjaan di lapangan kini beralih pada perkerasan beton semen yang menjadi tahapan krusial penyelesaian konstruksi jalan.
Baca Juga: Urus Sertipikat Tanah Tak Lagi Lama, Warga Depok dan Jaksel Puji Layanan Pengukuran Terjadwal BPN
Dalam pelaksanaannya, WIKA melibatkan tak kurang dari 225 tenaga kerja andal. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diterapkan tanpa kompromi melalui identifikasi potensi bahaya, kewajiban Alat Pelindung Diri (APD), safety briefing, toolbox meeting, inspeksi rutin, serta pengawasan prosedur kerja aman.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di IKN tidak sekadar berorientasi pada penyelesaian fisik konstruksi, melainkan pada penciptaan kawasan terintegrasi yang memberi manfaat jangka panjang.
“Pembangunan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku merupakan bagian dari upaya WIKA dalam mendukung pengembangan infrastruktur IKN yang terintegrasi. Kami terus memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan dengan memperhatikan kualitas, keselamatan, serta ketepatan waktu pelaksanaan, sehingga infrastruktur ini memberikan manfaat optimal bagi konektivitas kawasan,” papar Ngatemin.
Inovasi Konstruksi dan Mitigasi Benturan
Dari sisi inovasi teknik, WIKA menerapkan konsep jembatan final ultimate menggunakan struktur girder di kawasan KIPP IKN. Metode mutakhir ini menggunakan pendekatan staging precast yang dominan, sehingga efektif memangkas tahapan pekerjaan sementara. Penerapan metode ini diyakini mampu mempercepat durasi pengerjaan sekaligus mempertahankan kualitas serta keandalan struktur jembatan.
Mengingat banyaknya paket pembangunan dari berbagai instansi yang berjalan simultan di KIPP IKN, koordinasi ekstra ketat menjadi kunci. Untuk mengantisipasi potensi benturan antarpekerjaan (clash detection), tim WIKA aktif melakukan komunikasi lintas paket. Hal ini mencakup pemastian batas antar-persil lahan, pembagian lingkup kerja, hingga penyesuaian metode eksekusi secara cepat dan terintegrasi di lapangan.
Baca Juga: Sukses Kembangkan Smart City, Aplikasi OneSmile Sinar Mas Land Raih Penghargaan Kemenekraf
Setelah rampung kelak, Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku ini diharapkan menjadi urat nadi konektivitas di IKN, khususnya untuk memperlancar akses logistik antara Kawasan Legislatif dan Kawasan Hankam. Kehadiran jaringan terowongan MUT juga menjamin kerapian utilitas kota sehingga bebas dari keruwetan kabel udara maupun galian berulang di masa depan.
“WIKA melihat pembangunan infrastruktur IKN sebagai kontribusi nyata untuk menghadirkan konektivitas yang menunjang aktivitas kawasan sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi. Melalui inovasi konstruksi dan pengelolaan yang terintegrasi, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang memiliki manfaat berkelanjutan bagi IKN,” tutup Ngatemin.
