RubrikProperti – Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang semakin nyata, konsep green building atau bangunan berkelanjutan semakin banyak diterapkan dalam pengembangan kawasan di kota besar. Konsep ini tidak hanya berfokus pada efisiensi energi, tetapi juga pada bagaimana sebuah bangunan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus menciptakan kenyamanan bagi penggunanya.
Di kota besar seperti Jakarta, pendekatan ini menjadi semakin relevan. Pertumbuhan kawasan bisnis dan hunian membuat pembangunan tidak lagi hanya mengutamakan desain modern dan fungsi bangunan, tetapi juga bagaimana sumber daya dapat digunakan secara lebih efisien dan bertanggung jawab.
Salah satu kawasan yang mengadopsi pendekatan ini adalah Arumaya Financial Center, bagian dari kawasan terintegrasi The Arumaya di Jakarta Selatan, yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam desain dan operasional bangunannya.
Baca Juga: Menara Astra Hadirkan POP MART ROBOSHOP, Vending Machine Art Toys Pertama di Indonesia
Standar Green Building dan Implementasinya di Jakarta Selatan
Bangunan berkelanjutan umumnya dirancang dengan mengacu pada standar sertifikasi internasional yang menilai berbagai aspek, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan air, hingga kualitas udara dalam ruang.
Sebagai contoh, Arumaya Financial Center dirancang untuk memenuhi standar International Sustainability Certification (ISC) dan telah memperoleh GREENSHIP New Building Design Recognition: Gold Level dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Sertifikasi ini menunjukkan bahwa prinsip keberlanjutan telah menjadi bagian penting dalam perencanaan bangunan modern, bukan sekadar pelengkap.
Efisiensi energi menjadi salah satu elemen utama dalam konsep ini. Penggunaan panel surya berkapasitas 79 kWp mendukung pemanfaatan energi terbarukan, sementara sistem pendingin udara memiliki performa yang melampaui standar nasional. Seluruh area bangunan juga menggunakan lampu LED hemat energi serta dilengkapi sistem pemantauan energi pintar untuk mengoptimalkan konsumsi listrik.
Selain energi, pengelolaan air juga menjadi fokus penting. Penggunaan low-flow fixtures membantu mengurangi konsumsi air, sementara sistem pengelolaan memungkinkan pemanfaatan kembali air alternatif seperti air kondensasi. Area lanskap pun menggunakan metode drip irrigation yang lebih efisien.
Dari sisi desain, fasad bangunan dirancang untuk mengurangi panas yang masuk ke dalam gedung. Penggunaan curtain wall dengan double low-E glass menghasilkan nilai Overall Thermal Transfer Value (OTTV) sebesar 28,42 W/m², sehingga membantu meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan.
Baca Juga: Mandarin Oriental Jakarta Tegaskan Komitmen Keberlanjutan: Raih Lima Sertifikasi dan Penghargaan
Fasilitas kawasan juga mendukung mobilitas berkelanjutan, seperti akses pejalan kaki yang nyaman menuju transportasi publik serta penyediaan area parkir sepeda untuk mendorong gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Pada akhirnya, konsep green building tidak hanya berbicara tentang teknologi atau sertifikasi, tetapi juga tentang bagaimana sebuah bangunan dapat berkontribusi pada masa depan kota yang lebih berkelanjutan.
Melalui pendekatan ini, Arumaya Financial Center menghadirkan ruang kerja modern yang tidak hanya nyaman, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan, sekaligus mencerminkan arah baru pengembangan properti di Jakarta Selatan.

