Dekat Fasilitas Umum dan Tempat Kerja, MBR Riau Puas dengan Kualitas Rumah FLPP
BP Tapera bersama BNI melakukan pemantauan keterhunian rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Riau. Hasilnya, tingkat keterhunian mencapai 96,43 persen dengan tingkat kepuasan warga yang tinggi berkat akses strategis dan cicilan terjangkau.
Foto: Dok. BP Tapera
RubrikProperti.com – BP Tapera bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengunjungi rumah dan mewawancarai Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam rangka pemantauan dan evaluasi keterhunian rumah yang dibiayai melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) BP Tapera pada Jumat (12/6/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera Muhamad Nauval Al-Ammari, Anggota Komite Tapera Eko D. Heripoerwanto, serta Kepala Cabang BNI Pekanbaru Muhammad Suhindra beserta jajaran BNI.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Suhindra menyampaikan bahwa pelaksanaan penyaluran KPR Sejahtera FLPP di BNI mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh kantor pusat. Selain itu, BNI menerapkan proses seleksi yang ketat terhadap pengembang yang bekerja sama guna memastikan kualitas pembangunan Rumah FLPP BP Tapera sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Menurutnya, komitmen tersebut memberikan hasil yang positif. Dalam tiga tahun terakhir, BNI mampu menjaga kualitas layanan dan proses penyaluran KPR Sejahtera FLPP dengan baik sehingga tidak menerima keluhan yang signifikan dari penerima manfaat.
BNI juga terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan melalui pemberian penghargaan kepada pegawai yang menunjukkan kinerja terbaik dalam penanganan KPR Sejahtera FLPP di lingkungan kantor wilayah.
Sementara itu, Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera, Muhamad Nauval Al-Ammari, menegaskan pentingnya menjaga ketepatan sasaran dan keterhunian Rumah FLPP BP Tapera sebagai indikator keberhasilan Program FLPP.
Baca Juga: Menteri PKP dan BPK Bahas Penguatan Akuntabilitas Program Rumah Subsidi dan Rusun
Lima Langkah Strategis Kolaborasi
Dalam diskusi tersebut, BP Tapera menyampaikan lima langkah strategis yang perlu terus diperkuat bersama BNI. Pertama, penguatan SOP, khususnya terkait kesiapan calon penerima manfaat dalam menghuni rumah apabila terjadi perpindahan tempat kerja. Kedua, mendorong calon penerima manfaat untuk melakukan penyesuaian data kependudukan dan domisili sesuai lokasi hunian.
Ketiga, pengembangan materi edukasi dan video tutorial dengan nuansa lokal Riau yang menjelaskan Program FLPP, persyaratan, serta ketentuan yang berlaku sehingga dapat menjadi sarana edukasi bagi calon debitur. Keempat, penguatan proses seleksi terhadap pengembang yang memiliki rekam jejak pembangunan terbaik.
Kelima, pemberian apresiasi kepada pengembang yang mampu menjaga kualitas pembangunan dan tingkat keterhunian Rumah FLPP BP Tapera sebagai indikator utama keberhasilan program.
Sebagai bagian dari kegiatan pemantauan dan evaluasi, BP Tapera bersama BNI melakukan peninjauan keterhunian Rumah FLPP BP Tapera pada dua kawasan perumahan di Kabupaten Kampar. Dari total 28 Rumah FLPP BP Tapera yang dipantau, sebanyak 27 rumah telah dimanfaatkan oleh penerima manfaat, sehingga tingkat keterhunian mencapai 96,43 persen. Adapun lokasi yang menjadi objek pemantauan meliputi Perumahan Mutiara Kubang Regency dan Perumahan Pesona Delima Kubang.
Testimoni Kepuasan Penerima Manfaat
Dalam kunjungan lapangan tersebut, tim melakukan wawancara langsung dengan penerima manfaat KPR Sejahtera FLPP untuk memperoleh masukan terkait kualitas hunian dan lingkungan perumahan.
Baca Juga: Jual Beli Tanah Jadi Lebih Tenang, Begini Cara Validasi Digital di Kementerian ATR/BPN
Salah satu penerima manfaat di Perumahan Mutiara Kubang Regency, Shahrir, menyampaikan bahwa Rumah FLPP BP Tapera yang ditempatinya telah memberikan kenyamanan bagi keluarga serta mendukung aktivitas sehari-hari dengan lingkungan yang tertata dan akses yang memadai.
Sementara itu, Wahyu Hidayat Sinaga, penerima manfaat KPR Sejahtera FLPP yang tinggal di Perumahan Pesona Delima Kubang, mengungkapkan bahwa lokasi perumahan yang dekat dengan sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, serta akses menuju bandara menjadi nilai tambah yang sangat membantu kebutuhan keluarganya. Dengan cicilan KPR Sejahtera FLPP yang terjangkau, ia merasa program tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki hunian yang layak, nyaman, dan berkualitas.
Anggota Komite Tapera, Eko D. Heripoerwanto, menyampaikan bahwa keberhasilan Program FLPP tidak hanya diukur dari jumlah penyaluran pembiayaan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Tingginya tingkat keterhunian menunjukkan bahwa Rumah FLPP BP Tapera telah menjadi solusi nyata bagi MBR untuk memiliki hunian yang layak dan terjangkau.
Melalui kegiatan ini, BP Tapera dan BNI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas penyaluran KPR Sejahtera FLPP, menjaga keterhunian Rumah FLPP BP Tapera, serta memastikan manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat berpenghasilan rendah di Provinsi Riau.
