Re.Search Gelar InnoLAB: Perkuat Resiliensi Keuangan OMS Melalui Kewirausahaan Sosial

Re.Search dari PLUS menyelenggarakan InnoLAB (puncak Innovation Lab 2025), sebuah program inkubasi 4 bulan yang berfokus memberdayakan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) untuk mengembangkan unit bisnis berdampak dan mencapai resiliensi keuangan.

IMG_7008

RP – Di tengah tren penurunan pendanaan filantropi global, Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di Indonesia didorong untuk mandiri secara finansial. Re.Search (Resource Hub for Strengthening Capacity on Financial Resilience) dari PLUS (Platform Usaha Sosial) menyelenggarakan InnoLAB, puncak dari program Innovation Lab 2025, di Ganara Art Space, Plaza Indonesia, pada 23 September 2025.

Innovation Lab adalah program inkubasi intensif selama empat bulan yang bertujuan memberdayakan OMS. Program ini fokus pada pengembangan gagasan bisnis atau unit bisnis berdampak yang dapat menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan dan mendiversifikasi pendanaan organisasi nirlaba.

“Melalui Innovation Lab 2025, Re.Search berharap dapat memberdayakan OMS agar mampu membangun sumber penghasilan alternatif di tengah tren penurunan pendanaan filantropi,” demikian disampaikan pihak Re.Search.

BERDIKARI: Pentingnya Diversifikasi Pendanaan dan Sesi Demo Day

Acara puncak InnoLAB menghadirkan sesi talkshow inspiratif bertajuk “BERDIKARI: Berani Diversifikasi Pendanaan untuk Kemandirian Organisasi”. Diskusi ini menghadirkan tokoh-tokoh kunci di sektor keberlanjutan dan bisnis, termasuk Tri Mumpuni (Executive Director IBEKA) dan Bertram Flesch (Chief Sustainability Officer, SukkhaCitta).

Bertram Flesch menekankan pentingnya riset pasar sebelum beraksi. “Pelajari terlebih dahulu kebutuhan pelanggan untuk memahami apa yang benar-benar mereka butuhkan, sehingga produk yang ditawarkan dapat menjadi solusi yang tepat. Jangan menunggu hingga sempurna, karena hal itu justru dapat menghambat langkah untuk segera memulai,” sarannya.

Setelah melewati serangkaian Masterclass, Mentoring, dan Pitch Lab, 25 organisasi terpilih menampilkan prototipe bisnis mereka pada Demo Day. Sesi ini menjadi sorotan utama, di mana peserta mempresentasikan ide mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari perwakilan YCAB Ventures, Yayasan KEHATI, Ford Foundation, dan Rumah BUMN Jakarta.

Salah satu peserta, Martino dari Yayasan Palasara Widya Indonesia, berbagi pengalamannya mengembangkan unit bisnis 25 Jam Kreasi, yang bertujuan memberdayakan rekan-rekan yang membutuhkan kesempatan kedua dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial.

Re.Search Impact Academy: Platform Digital untuk Pendapatan Tambahan

Untuk lebih memperluas peluang pendapatan bagi OMS, Re.Search juga memperkenalkan Re.Search Impact Academy. Platform digital ini memungkinkan OMS untuk merancang dan menjual kursus daring sebagai sumber pendapatan baru.

“Dengan adanya tren penurunan pendanaan yang dialami banyak OMS, Re.Search menghadirkan Re.Search Impact Academy untuk mendukung organisasi dalam memperoleh pendapatan tambahan melalui penjualan kursus online yang mereka kembangkan,” jelas Rintis Mulyani, Business Development Lead Re.Search.

Program Innovation Lab 2025 diikuti oleh 25 Organisasi Masyarakat Sipil terpilih, termasuk organisasi ternama seperti KontraS, PeaceGeneration Indonesia, dan berbagai yayasan dari berbagai wilayah di Indonesia, menegaskan komitmen PLUS dalam penguatan kapasitas lebih dari 500 pelaku usaha sosial sejak berdiri pada 2017.