Kuasai 69 Persen Pasar KPR Subsidi, BTN Genjot Pembiayaan Sektor Informal dan UMKM

BTN perkuat transformasi bisnis melalui perluasan KPR subsidi, penyaluran KPP, akselerasi aplikasi digital, dan komitmen Rumah Rendah Emisi.

Berita---Perluas-Akses-Hunian

Foto: Dok. BTN

RubrikProperti.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mengakselerasi transformasi bisnis untuk memperkokoh posisinya sebagai mitra keuangan keluarga Indonesia. Strategi komprehensif ini dijalankan melalui pengembangan ekosistem perumahan terpadu, perluasan pembiayaan hunian inklusif, serta percepatan layanan digital.

Langkah strategis tersebut berorientasi untuk memperkuat peran utama BTN dalam mendukung penyediaan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan bahwa perseroan kini tidak hanya berfokus pada fungsi bank pembiayaan perumahan (mortgage bank), melainkan telah berkembang menyediakan layanan keuangan holistik untuk memenuhi kebutuhan nasabah di setiap fase kehidupan.

“Transformasi ini kami jalankan dengan tetap mempertahankan mandat utama BTN dalam mendukung pembiayaan perumahan nasional, sembari memperluas jangkauan layanan ke berbagai produk dan kebutuhan finansial keluarga Indonesia,” ujar Nixon dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “TRANSFORMASI BTN, Membangun Sinergi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan” di Bandung, Jawa Barat, Jumat (23 Oktober 2026).

Baca Juga: Susun Peta Jalan 2025–2029, Kementerian PKP dan Bappenas Targetkan Ekosistem 10 Juta Rumah

Capaian Pembiayaan Perumahan dan Sektor Informal

Selama 76 tahun melayani masyarakat, BTN konsisten menjadi pilar utama penyediaan rumah, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Hingga periode September 2026, catatan kinerja pembiayaan BTN menunjukkan angka yang impresif:

  • Total Penyaluran KPR: Mencapai Rp552 triliun.
  • Pangsa Pasar Keseluruhan: Menguasai 39 persen pangsa pasar pembiayaan perumahan nasional per Juni 2026.
  • Pangsa Pasar KPR Subsidi: Mendominasi hingga 69 persen per September 2026.
  • Penyaluran KPR Inklusif: Menyasar 35.808 unit rumah sepanjang Januari–September 2026 melalui kemitraan dengan kementerian/lembaga untuk kelompok pekerja informal, guru, tenaga kesehatan, awak media, buruh, hingga masyarakat di Provinsi Maluku.

Nixon menekankan bahwa kemitraan lintas organisasi ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tidak tetap (non-fixed income).

Baca Juga: Ditopang Segmen Industrial dan Logistik, Pendapatan RISE Tembus Rp364,5 Miliar

Dukungan Rantai Pasok Lewat Kredit Program Perumahan

Selain sisi permintaan (demand), BTN memperkuat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) dari sisi pasokan (supply). Skema ini memberi injeksi permodalan bagi ekosistem pengembang hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bahan bangunan.

Berdasarkan data per 20 Oktober 2026, peta penyaluran KPP BTN mencakup:

  • Total Realisasi Plafon KPP: Tembus Rp6,16 triliun yang disalurkan kepada 9.236 debitur.
  • Sisi Pasokan (Supply): Menyerap Rp4,02 triliun melalui kerja sama dengan lebih dari 8.000 pengembang, kontraktor, pemasok, hingga toko bahan bangunan.
  • Sisi Permintaan (Demand): Menyerap Rp2,14 triliun yang difokuskan bagi wiraswasta, merchant BTN, dan nasabah rekam jejak baik.

Di tengah pertumbuhan bisnis ini, BTN berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) konsolidasian di level 3,0 persen per Juni 2026 melalui penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking).

Akselerasi Layanan Digital dan Inovasi Teknologi

Di sektor perbankan digital, platform digital BTN yang mengintegrasikan transaksi keuangan dan gaya hidup mencatatkan lonjakan pengguna yang signifikan sejak diluncurkan Februari 2025:

  • Jumlah Pengguna: Menyentuh 4,3 juta pengguna per Juni 2026, melesat 62,4 persen secara tahunan (year-on-year).
  • Nilai Transaksi: Melonjak 55,5 persen secara tahunan dari Rp43 triliun (Juni 2025) menjadi Rp67 triliun (Juni 2026).

Guna meningkatkan efisiensi operasional cabang, BTN menerapkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pengenalan karakter optik (optical character recognition/OCR). Inovasi ini ditargetkan mampu memangkas waktu penyelesaian (turnaround time/TAT) pemrosesan kredit konsumer menjadi hanya lima hari kerja.

Baca Juga: Kebut Program 3 Juta Rumah, Kementerian PKP Ajak Bank Swasta dan BPD Salurkan KUR Perumahan

Komitmen ESG dan Rumah Rendah Emisi

BTN secara aktif mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam industri perumahan. Salah satu program unggulannya adalah pengembangan Rumah Rendah Emisi.

Hingga Juni 2026, BTN bersama pengembang mitra telah berhasil membangun 18.000 unit rumah rendah emisi, dan memasang target kumulatif hingga 200.000 unit pada tahun 2030. Inisiatif ini turut dilengkapi dengan program pengelolaan sampah lingkungan perumahan serta inkubasi wirausaha muda sektor perumahan.

Guna menopang seluruh agenda besar tersebut, BTN memperkuat daya saing organisasi melalui pengembangan SDM, termasuk menargetkan perekrutan lebih dari 100 talenta lulusan universitas global pada tahun 2027.