Mulai Beroperasi Desember 2026, Intip Fasilitas Skydiving Bertaraf Internasional di Tanjung Lesung

KEK Tanjung Lesung siap hadirkan wisata skydiving bertaraf internasional pada Desember 2026. Proyek kolaborasi BWJ dan Bro Skydive Indonesia ini siapkan lahan 9 hektare.

104307 (1)

RubrikProperti.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten, terus agresif menambah portofolio daya tarik wisatanya. Dalam waktu dekat, para pelancong dapat menjajal ekstremnya olahraga skydiving (terjun payung) sembari disuguhi panorama spektakuler pesisir Tanjung Lesung dari udara.

Rencana besar ini terealisasi menyusul penandatanganan kerja sama strategis antara PT Banten West Java (BWJ) selaku pengelola dan pengembang KEK Tanjung Lesung, dengan PT Bro Skydive Indonesia. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan kegiatan skydiving, sport aviation, dan aviation tourism di kawasan tersebut.

Prosesi penandatanganan kesepakatan ini dilangsungkan di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta Pusat, pada Kamis (1 Oktober 2026). Perjanjian diteken langsung oleh Direktur Utama BWJ, Poernomo Siswoprasetijo, dan Direktur BWJ, W. Widiasmanto, bersama jajaran pimpinan PT Bro Skydive Indonesia, yakni Direktur Utama Fanny Kusuma Dewi dan Direktur Muhammad Rizki Fardani. Turut menyaksikan perhelatan tersebut, Direktur Operasional BWJ sekaligus Kepala Bandara Salakanagara, Kunto Wijoyo.

Sebagai informasi, KEK Tanjung Lesung yang dikembangkan oleh PT Banten West Java—anak usaha PT Jababeka Tbk—dikenal sebagai kawasan wisata terpadu seluas 1.500 hektare yang sarat akan ragam penghargaan nasional dan internasional. Sementara itu, Bro Skydive Indonesia merupakan platform terjun payung profesional bertaraf internasional yang didukung instruktur bersertifikat global serta peralatan berkualitas tinggi.

Baca Juga: BP Tapera Dorong Pekerja Muda Miliki Rumah Pertama Melalui KPR FLPP di ISEF 2026

Pembagian Peran dan Konstruksi Infrastruktur

Pascapenandatanganan ini, PT Banten West Java akan menyediakan lahan seluas 9 hektare untuk mendukung kegiatan kedirgantaraan tersebut. Di sisi lain, PT Bro Skydive Indonesia memegang tanggung jawab penuh atas konstruksi, pengembangan infrastruktur, dan penyediaan fasilitas teknis skydiving di KEK Tanjung Lesung.

Direktur Utama PT Bro Skydive Indonesia, Fanny Kusuma Dewi, mengaku sangat antusias menyambut kolaborasi ini.

“Saya sangat optimistis semua akan berjalan lancar. Bro Skydive di Tanjung Lesung kelak menjadi satu-satunya dan operator resmi pertama di Indonesia yang memiliki dropzone bertaraf internasional. Kami yakin fasilitas ini akan menyedot animo wisatawan mancanegara maupun domestik,” terang Fanny.

Fanny bercerita bahwa dropzone di Tanjung Lesung akan menjadi daya tarik yang unik. Selain menawarkan keindahan alam, kawasan ini juga ditopang oleh infrastruktur yang sangat komprehensif, mulai dari eksistensi Bandara Salakanagara dengan fasilitas hanggar, hingga ragam resor penginapan di sekitar titik pendaratan.

“Begitu selesai terjun, pengunjung bisa langsung mencoba aktivitas wisata bahari seperti jet ski, memancing, snorkeling, atau island hopping (jelajah pulau). Ini bisa kita kemas menjadi satu paket wisata premium,” urainya.

Dari sisi teknis fasilitas penerbangan, Kepala Bandara Salakanagara, Kunto Wijoyo, menegaskan kesiapannya mengakomodasi kebutuhan Bro Skydive. Bandara ini telah dibekali airstrip mumpuni yang akan terus ditingkatkan spesifikasinya.

Fokus pekerjaan infrastruktur ke depan meliputi:

  • Pembangunan area pendaratan (landing zone) seluas 9 hektare.
  • Perluasan area parkir pesawat (apron).
  • Penyempurnaan landasan penghubung (taxiway).
  • Perpanjangan landasan pacu (runway) sejauh 200 meter demi menjamin standar keamanan tertinggi (safety).
  • Pembangunan kantor operasional Bro Skydive di dalam hanggar bandara.

Baca Juga: Gandeng BPS, Menteri Ara Tinjau Langsung Kondisi Penerima Bedah Rumah di Palmerah

Prospek Aksesibilitas dan Jadwal Operasional

Kelancaran akses menuju KEK Tanjung Lesung dipastikan semakin prima menyusul target penyelesaian Tol Serang-Panimbang Seksi 3A (Cileles–Bojong) pada November 2026. Saat tol ini beroperasi penuh pada kuartal II 2027, waktu tempuh dari Jakarta menuju Tanjung Lesung dipangkas signifikan menjadi hanya sekitar 2 hingga 2,5 jam perjalanan darat.

Direktur Utama BWJ, Poernomo Siswoprasetijo, meyakini bahwa kehadiran ekosistem sport tourism unggulan ini akan memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat sekitar sekaligus mendongkrak minat generasi muda terhadap olahraga dirgantara.

Menanggapi besarnya dukungan tersebut, pihak Bro Skydive Indonesia memastikan proses konstruksi fisik akan segera dikebut. “Target kami, pada minggu kedua bulan Desember 2026 fasilitas ini sudah siap beroperasi. Sebelum libur akhir tahun, kami akan lakukan pembukaan perdana,” tutup Fanny mantap.